Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 10 Desember 2023 | 03.18 WIB

Pelibatan Masyarakat Adat Dalam Pembangunan IKN yang Digagas Ganjar-Mahfud Dinilai Berikan Keadilan Bagi Semua Pihak

Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo saat mengunjungi  Titik Nol IKN di Ibu Kota Nusantara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (7/12/2023). - Image

Calon presiden nomor urut 3 Ganjar Pranowo saat mengunjungi Titik Nol IKN di Ibu Kota Nusantara di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Kamis (7/12/2023).

 
JawaPos.com - Pasangan calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD berkomitmen melanjutkan pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN). Bahkan capres Ganjar Pranowo memastikan akan melibatkan peran serta masyarakat dalam pembangunan IKN.
 
Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menyatakan, suatu keharusan bagi pemerintah ke depan untuk melibatkan masyarakat dalam pembangunan IKN. Sehingga, masyarakat sekitar tak merasa tersingkirkan.
 
"Harus, pembangunan IKN wajib hukumnya melihatkan masyarakat adat. Jangan sampai pembangunan IKN justru membuat masyarakat sekitar dan adat termarjinalkan," kata Adi kepada JawaPos.com, Sabtu (9/12).
 
 
Akademisi Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta ini menekankan, pembangunan apapun, khususnya IKN harus menyertakan budaya dan kaedah lokal. Sehingga pembangunan tersebut memberikan keadilan bagi semua pihak.
 
"Itu prinsip pembangunan berkeadilan bagi semua. Bukan keadilan bagi sebagian oligarki dan meminggirkan masyarakat adat," tegas Adi.
 
Ganjar Pranowo sebelumnya memastikan, akan melibatkan masyarakat dalam pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) di Kalimantan Timur. Hal itu dilakukan, agar keberadaan ibu kota baru tidak akan menggerus budaya dan masyarakat adat setempat. 
 
"Proses ini cukup panjang, maka kita harus libatkan mereka (warga lokal dan warga adat)," ucap Ganjar saat berkunjung di IKN, Kalimantan Timur, Kamis (7/12).
 
 
Pelibatan warga lokal juga harus dilakukan secara jangka panjang. Menurut Ganjar, warga lokal harus mendapatka kemudahan akses pendidikan dan kesehatan. Saat ini, sekitar 30 persen warga lokal dilibatkan dalam proses pembangunan IKN. 
 
"Maka tadi saya tanya ada 30 persen warga lokal bekerja di sini. Mereka harus terlibat dan diberi akses pendidikan agar kelak nanti menjadi tuan rumah di sini. Agar setara dengan yang lain dan selebihnya kasih afirmasi," terangnya. 
 
Menurutnya, IKN adalah masa depan dan harapan baru bagi generasi muda. IKN akan menjadi pusat ekonomi hijau dan ekonomi digital yang menghadirkan banyak lapangan kerja serta kesempatan usaha yang baru.
 
"IKN ini adalah cerita masa depan Indonesia, cerita modernitas, cerita kemajuan peradaban, cerita partisipasi, cerita ekonomi hijau, industri kreatif, industri digital dan masa depan anak-anak. Maka inilah transformasi Indonesia yang diwujudkan dalam satu area," pungkas Ganjar.
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore