Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 25 November 2023 | 05.03 WIB

Upaya Jaga Lingkungan, Ganjar-Mahfud Komitmen Hadirkan Transisi Energi Elektrifikasi

 

Pasangan Calon Presiden Capres dan Calon Wakil Presiden Cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo - Mahfud MD. (Istimewa)

 
JawaPos.com - Calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) nomor urut 3, Ganjar Pranowo-Mahfud MD berkomitmen melakukan transisi energi, khususnya pada kendaraan bermotor. Ke depan diharapkan transportasi menggunakan tenaga elektrik dalam mendukung transisi energi.
 
Karena itu, visi dan misi Ganjar-Mahfud menekankan pada pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) sebagai generator.
 
"Pembaharuan yang potensinya sekitar 3.700 GW secara bertahap untuk kebutuhan energi dalam negeri, sehingga porsi EBT di dalam bauran energi menjadi 25-30 persen hingga tahun 2029," bunyi visi misi Ganjar-Mahfud pada poin 6. 2.
 
Hal ini tentunya perlu dukungan masyarakat dalam mengedepankan ekonomi hijau. Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno menyatakan, butuh perencanaan yang matang dalam rangka mengedepankan transisi energi di Indonesia.
 
 
Tak dipungkiri, konsumsi energi pada bidang transportasi sangat besar. Sehingga butuh perencanaan yang terukur, jika Ganjar-Mahfud berkomitmen melakukan transisi energi lima tahun ke depan.
 
"Perencanaan terukur dan kerja keras. Termasuk peningkatan kualitas SDM harus diseriusi," kata Adi kepada JawaPos.com, Jumat (24/11).
 
 
Pemerintah perlu mengedukasi lebih jauh terhadap masyarakat dalam melakukan transisi energi. Bukan hanya kendaraan, meningkatkan penggunaan kompor listrik dan juga mengurangi penggunaan batubara pada sektor industri.
 
Karena itu, ia menekankan komitmen tersebut harus mampu diwujudkan dengan gotong royong bersama masyarakat, dalam menghadirkan ekonomi hijau lima tahun mendatang.
 
"Tentunya ketika komitmen itu disampaikan terbuka ke publik pastinya siap diimplementasikan. Tinggal nanti dikawal," ucap Adi.
 
Sementara itu, Ganjar Pranowo menilai transisi dari energi fosil menuju energi hijau yang terbarukan dan berkeadilan, menjadi salah satu hal yang harus dilakukan Indonesia. Pernyataan itu disampaikan Ganjar saat menghadiri acara 'Rembuk Ide Transisi Energi Berkeadilan' di Hotel Le Meridien, Jakarta, Kamis (23/11).
 
Menurut Ganjar, transisi menuju energi hijau berkeadilan harus dilakukan bukan hanya karena dirinya memiliki passion dalam isu lingkungan. Namun, seorang yang menjalankan program menuju transisi hijau menandakan pemimpin itu mendengarkan keinginan rakyat.
 
"Ini bukan cerita passion, ini sebuah keharusan yang harus dilaksanakan kecuali dia tidak pernah mau mendengarkan," ujar Ganjar.
 
Ganjar memastikan, proses transisi energi ini tak akan mempengaruhi kehidupan usaha. Salah satunya dengan adanya rencana untuk ikut beradaptasi.
 
"Tapi sebenarnya kalau dia kreatif, dia semacam membuat kurva kedua dalam bisnisnya, bahwa bisnisnya dikasih peringatan, 'kamu akan declined maka hari ini kau harus menyiapkan bisnismu yang kedua sehingga kamu bisa untuk survive'. Itu dari segi bisnisnya," pungkasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore