Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 November 2023 | 22.53 WIB

Negara Barat Diam Saat Warga Sipil Palestina Diserang Habis-habisan oleh Israel, Prabowo Singgung Soal HAM

Bakal capres Prabowo saat menghadiri acara Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Makassar, (4/11).

JawaPos.com - Calon presiden yang disusung Koalisi Indonesia Maju (KIM), Prabowo Subianto mengaku kecewa dengan negara-negara barat. Pasalnya, kubu mereka diam saat Israel membombardir warga sipil tak bersalah di Gaza, Palestina. 

"Negara-negara Barat ternyata hanya bisa diam seribu bahasa melihat warga tak bersalah, terutama anak-anak yang menjadi korban perang," ujar Prabowo saat menghadiri acara Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) di Makassar, (5/11).

Melansir data yang dihimpun United Nations Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) dari Kementerian Kesehatan Gaza, dan keterangan resmi pemerintah Israel terungkap lebih dari 9.100 warga Palestina teas akibat perang antara Israel dan kelompok militan Hamas selama periode 7 Oktober-2 November 2023.

Merespins pembantaian sadis itu, Prabowo pun mengaku begitu menyayangkan sikap acuh negara-negara barat. Padahal, mereka selalu mengklaim memiliki prinsip dan ajaran yang baik, khususnya tentang demokrasi serta Hak Asasi Manusia (HAM).

"Sayang disayang, mereka banyak mengajarkan demokrasi. Mereka ajarkan hak asasi manusia. Tapi, begitu ada sebuah negara yang bom rumah sakit, yang bunuh anak-anak kecil, mereka diam seribu bahasa," kata Prabowo.

"Mereka yang mengajarkan kita hak asasi. Jadi, ternyata apa yang mereka ajarkan seringkali bukan itu yang diyakini," sambungnya.

Korban Palestina paling banyak berada di Jalur Gaza, yakni korban jiwa 9.061 orang dan korban luka 22.911 orang. Sementara di wilayah Tepi Barat korban jiwa 132 orang dan korban luka 2.281 orang.

Dalam periode sama, jumlah total korban jiwa dari pihak Israel sekitar 1.419 orang dan korban lukanya 5.415 orang.

Prabowo juga mengingatkan bagaimana sejarah memiliki nilai penting bagi sebuah bangsa. Untuk itu, ia berharap para cendekiawan muslim dapat terus mempelajari sejarah, selain mempelajari IPTEK.

"Kita harus belajar sejarah. Karena itu, cendekiawan muslim, selain IPTEK, saya juga berharap belajarlah sejarah, karena kita punya sejarah," pungkas dia.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore