Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 November 2023 | 03.57 WIB

Ganjar-Mahfud Komitmen Hadirkan Sistem Pertahanan 5.0 Dalam Mewujudkan Tata Dunia Baru

Ganjar Pranowo saat menghadiri deklarasi Maluku Voor Ganjar di basket hall Senayan, Jakarta, Minggu (29/10). - Image

Ganjar Pranowo saat menghadiri deklarasi Maluku Voor Ganjar di basket hall Senayan, Jakarta, Minggu (29/10).

 
JawaPos.com - Pasangan bakal calon presiden dan calon wakil presiden (capres-cawapres) Ganjar Pranowo-Mahfud MD berkomitmen mempercepat peningkatan peran Indonesia, dalam mewujudkan tata dunia baru yang lebih berkeadilan melalui politik luar negeri bebas aktif dan memperkuat pertahanan negara. Hal ini sebagaimana tertuang dalam visi misi Ganjar-Mahfud
 
Dalam visi misi itu, Ganjar-Mahfud berkomitmen menjaga kedaulatan NKRI dengan sistem pertahanan 5.0. Dalam visi misi itu, Ganjar-Mahfud berkomitmen memordenisasi pertahanan SAKTI.
 
Ganjar-Mahfud menginginkan transformasi pertahanan berdasarkan doktrin Sistem Pertahanan Rakyat Semesta (SISHANRATA) untuk membentuk Kekuatan Pertahanan Indonesia  yang berdaya gentar dan dilengkapi dengan alutsista SAKTI (Perkasa dengan Keunggulan Teknologi 5.0). Serta memperkuat kemampuan untuk melindungi tanah air NKRI dengan moderni0sasi alutsista dan memperkuat kemampuan dalam menghadapi ancaman dan tantangan.
 
Pengamat militer dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS) Khairul Fahmi mengapresiasi wacana tersebut. Namun, ia menekankan butuh komitmen besar untuk menghadirkan alutsista 5.0.
 
 
"Kedaulatan NKRI dengan Sistem Pertahanan 5.0. Ini judul mentereng. Sayangnya justru kurang tergambarkan dalam penjelasan. Konsep 5.0 itu adalah konsep yang berpusat pada manusia dan berkolaborasi dengan teknologi untuk menyelesaikan masalah yang terintegrasi pada dunia nyata dan ruang digital," kata Khairul kepada JawaPos.com, Sabtu (4/11).
 
Khairul menjelaskan, konsep ini merupakan resolusi dari konsep 4.0 sebelumnya. Ia menyebut, ciri-ciri dari konsep 5.0 adalah hadirnya kecerdasan (thinking better, serving better, performing better), keterhubungan (affective/emotional relationship), dan keterbukaan (24 hours frankly communication/kitchen in front).
 
"Sistem Pertahanan 5.0 adalah konsep turunan, untuk bisa diwujudkan ada kondisi prasyaratnya, yaitu konsep 5.0 sudah dapat diwujudkan di ruang politik melalui sistem politik 5.0. Mengapa? Karena omong kosong sistem pertahanan 5.0 bisa terwujud dan diimplementasikan dengan baik jika proses politik negara, produk politik negara (hukum dan kebijakan) maupun tujuan politik negara belum berpusat pada manusia dan belum memiliki karakter cerdas, terhubung dan terbuka," tegas Khairul.
 
Selain menghadirkan sistem pertahanan 5.0, Ganjar-Mahfud juga berkomitmen mensejahterakan prajurit. Ganjar-Mahfud ingin menjamin terpenuhinya kebutuhan dasar prajurit dan keluarga yang ditopang dengan rawatan dan layanan kedinasan yang berkualitas di seluruh penjuru Nusantara.
 
Namun, Khairul menyebut harus ada indikator yang jelas terhadap kesejahteraan prajurit. Pemerintahan ke depan harus menjamin dari aspek mana prajurit TNI tidak sejahtera.
 
"Soal kesejahteraan prajurit, apa indikator kesejahteraan prajurit? Bagaimana kita sampai pada asumsi bahwa prajurit itu kurang sejahtera jika dibandingkan dengan cluster-cluster penyelenggara negara lainnya?," papar Khairul.
 
Ganjar-Mahfud juga berkomitmen mendorong kemandirian industri pertahanan sebagai bagian dari rantai pasok global untuk memenuhi 
kebutuhan pertahanan dan keamanan yang akan memperkuat proses alih 
teknologi, pembangunan kekuatan pertahanan, konektivitas nasional, dan 
penguatan daya gentar.
 
"Soal industri pertahanan, saya melihat terlalu muluk di konsep tapi belum tergambar bagaimana skenario mencapainya di tengah kondisi global yang sangat kompetitif dan tantangan geopolitik," tegas Khairul.
 
Sementara itu, Ganjar menyampaikan pentingnya menjaga pertahanan Indonesia. Menurutnya, yang harus segera dilakukan adalah meningkatkan pendapatan negara agar pertahanan negara bisa diperkuat.
 
"Kalau pendapatan negara besar, maka pertahanan negara juga pasti kuat. Maka kita harus meningkatkan pendapatan itu bagaimanapun caranya. Banyak potensi pendapatan negara yang belum dioptimalkan," kata Ganjar dalam acara acara Ngopi Bareng Purnawirawan TNI/Polri di Hotel Mercure Ancol Jakarta, Minggu (30/7).
 
 
Selain itu, Ganjar juga bicara terkait kemandirian industri alutsista. Menurutnya, Indonesia memiliki sumber daya manusia dan sumber daya alam melimpah yang bisa menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri di sektor industri pertahanan.
 
"Negara kita harus kuat, maka alutsista dan kelengkapannya harus maksimal. Secara industri militer kita punya, itu kemandirian yang mesti kita kembangkan. Kita panggil anak-anak terbaik bangsa untuk menyelesaikan industri alutsista kita," tegas Ganjar.
 
Ganjar juga menekankan pentingnya menyiapkan sistem pertahanan negara untuk menghadapi perang masa depan. Tidak hanya alutsista, ke depan harus disiapkan sistem pertahanan lain untuk melindungi negara dari perang modern.
 
"Kita harus siap dengan perang baru masa depan. Menurut saya tidak hanya alutsista, tapi juga proxy, pertahanan digital dan bio sains. Kita harus siapkan, perguruan tinggi, industri dan lembaga riset harus kita siapkan dan kita dorong untuk itu," pungkasnya.
 
Editor: Bintang Pradewo
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore