Putri Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid saat bersama Ganjar Pranowo.
JawaPos.com - Keputusan putri Presiden RI keempat Abdurrahman Wahid alias Gus Dur, Yenny Wahid yang mendukung bakal capres-cawapres Ganjar Pranowo-Mahfud MD diyakini tak akan mengganggu kinerja Yenny Wahid, yang merupakan anggota dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Sebab, Yenny dalam pernyataannya tak pernah membawa-bawa PBNU dalam mendukung Ganjar-Mahfud.
"Ya kalau kerja di PBNU pasti profesional, mereka itu sesuai dengan tupoksinya akan menjalankan semua kerja-kerja politik di PBNU ya, itu enggak bisa dibantah. Karena PBNU ini bukan lembaga negara, tapi kan lebih pada civil society sebenarnya, yang memang gerakannya lebih partisipatoris," kata Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno dihubungi wartawan, Rabu (1/11).
Menurut Adi, tidak ada tanggung jawab yang melekat pada Yenny Wahid meski memang masuk ke dalam kepengurusan PBNU.
"Jadi tidak ada tanggung jawab yang melekat pada setiap anggota ataupun pengurus PBNU yang menuntut mereka itu loyal 100 persen, seperti pembantu presiden atau seperti pejabat negara," ucap Adi.
Adi tak memungkiri, sebagian besar pengurus dan anggota PBNU terafiliasi partai politik. Hal serupa juga seperti Nusron Wahid yang merupakan pengurus NU dan juga politikus Partai Golkar.
Berbeda dengan Yenny, Nusron mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Rala pada Pilpres 2024. Karena itu, Adi meyakini sikap mereka akan profesional meski mendukun capres-cawapres pada Pemilu 2024.
"Kalau yang dimaksud profesional dalam arti dia bekerja maksimal di PBNU, pastinya tidak akan menggangu apapun. Tapi harus diakui ketika salah satu bahkan banyak yang jadi pengurus NU itu jadi bagian dari pengurus partai dan tim pemenangan tertentu ya pastinya akan ada tarikan napas politik, relatif yang sedikit agak gesekan-gesekannya," ujar Adi.
Adi mengamini, sikap tegas Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf yang meminta anggotanya mundur atau cuti, jika mendukung salah satu paslon pada Pemilu 2024. Hal ini untuk menjamin netralitas PBNU, yang merupakan organisasi masyarakat Islam terbesar di Indonesia.
"Karena mereka pasti mengajak dan mencoba untuk pengaruhi pengurus yang lain untuk menjadi bagian dari tim pemenangan mereka. Kan itu alamiah dalam organisasi, soal mempengaruhi di sebuah komunitas tertentu ketika di dalamnya ada oknum, ada elite yang kemudian terafiliasi menjadi tim sukses dan tim pemenangan," tegas Adi.
Sebelumnya, Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, Arsjad Rasjid mengatakan, putri Presiden keempat Abdurrahman Wahid (Gus Dur) Yenny Wahid akan masuk dalam struktur tim pemenangan. Yenny akan menduduki jabatan Dewan Penasihat TPN Ganjar-Mahfud bersama Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani.
Hal ini setelah Yenny Wahid dan para kader Gus Dur resmi menyatakan dukungan kepada pasangan capres-cawapres Ganjar Pranowo dan Mahfud MD untuk Pilpres 2024. Salah satu faktor utamanya, karena sosok Mahfud MD merupakan kader NU yang juga memliki kedekatan dengan Gus Dur.
"Jadi Mbak Yenny akan bergabung, itu di struktur Tim Pemenangan Nasional, dan beliau akan duduk di Dewan Penasehat bersama dengan Mbak Puan," pungkas Arsjad Rasjid di Hotel Borobudur, Jakarta, Jum'at (27/10).