
SERAP ASPIRASI: Calon presiden Ganjar Pranowo mengunjungi PT Karya Niaga Bersama, produsen rokok Grendel di Malang, pada Jumat (13/10).
JawaPos.com - Calon presiden (capres) 2024 Ganjar Pranowo mengunjungi PT Karya Niaga Bersama, produsen rokok Grendel di Malang, pada Jumat (13/10). Selain itu, Ganjar bertemu dengan sejumlah pelaku usaha yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Rokok Malang (Gaperoma).
Ganjar Pranowo langsung disambut meriah oleh ribuan karyawan saat memasuki area pabrik. Mereka rela berdesak-desakan untuk bisa mengajak berswafoto ataupun bersalaman dengan capres berambut putih itu.
”Saya senang bisa bercanda dengan para buruh. Apalagi, pengusahanya juga memberikan kesempatan kepada mereka (buruh) untuk break sejenak agar bisa bertemu saya,” ujar Ganjar.
Ganjar paham bahwa industri hasil tembakau sedang menghadapi banyak hambatan di tengah isu produk tembakau yang akan diatur di dalam beberapa regulasi. Karena itu, menurut dia, semua pihak harus duduk bersama untuk mencari jalan keluar agar industri ini tetap bisa bertahan.
Diketahui, pemerintah sedang menyusun rancangan peraturan pemerintah (RPP) yang menjadi mandat dari Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Salah satu bagian RPP yang sedang disusun adalah pengamanan zat adiktif berupa produk tembakau sebagaimana mandat pasal 152 UU tersebut.
”Tentu kita terus mencari jalan keluar yang terbaik bagaimana industri ini bisa bertahan dan tentu saja dengan regulasi memang sekarang tidak mudah karena persaingan globalnya terjadi seperti itu,” kata Ganjar.
Mantan gubernur Jawa Tengah dua periode itu menilai produk hasil tembakau merupakan industri yang menyerap banyak tenaga kerja. Karena itu, perlu ada regulasi yang bisa melindungi para petani tembakau.
”Ini penting sekaligus akan melindungi kawan-kawan petani tembakau yang sudah bercerita susah payah selama ini untuk bisa mempertahankan produk ini atau komoditas sejak zaman sebelum merdeka,” kata Ganjar.
Salah satunya, dia akan mengatur mekanisme impor tembakau jika terpilih menjadi presiden. Dengan pengaturan impor tembakau tersebut, nasib para petani tembakau, pabrikan, hingga ribuan buruh linting akan bisa terjamin.
Menurut Ganjar, negara butuh terlibat untuk mempertahankan industri hasil tembakau yang telah ada sejak Indonesia belum merdeka. Meskipun regulasi yang tidak mudah karena persaingan global dan banyak kepentingan yang terlibat, harus ada keberpihakan di sana.
”Saya mendapat banyak informasi, misalnya tentang cukai. Yok kita atur tentang impor tembakau, tentang cukai. Pastikan tembakau petani terserap dan pastikan yang impor itu juga membayar cukai,” tegasnya.
Selain untuk menambah pendapatan negara, pengaturan impor dan cukai tembakau bisa dijadikan alat untuk melindungi pengusaha, buruh, hingga petani tembakau. ”Karena mereka sudah berjerih payah selama ini untuk mempertahankan produk atau komoditas ini jauh sebelum Indonesia merdeka,” jelasnya. (als/c19/wir)

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
