Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Oktober 2023 | 01.39 WIB

Singgung Kader Palsu, Waketum PKB Sebut Akan Disiplinkan Gus Yaqut

 
 

Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Quomas (Gus Yaqut)

 
JawaPos.com - Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jazilul Fawaid alias Gus Jazil mengatakan, kader PKB yang saat ini menjabat Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut akan seger didisiplinkan. Ia menyinggung soal kader palsu, yang dinilai tidak taat mengikuti keputusan organisasi.
 
"Kita serahkan ke mekanisme internal organisasi, saya yakin cepat atau lambat itu sudah ada pendisiplinan. Jadi enggak usah khawatir, yang jelas PKB selalu menempatkan diri sebagai partai terbuka untuk menjaga kebersamaan, menjadi partai pemersatu. Saya pikir itu lebih penting," kata Gus Jazil kepada wartawan, Senin (2/10).
 
Elite PKB ini tak merasa khawatir rencana pendisiplinan Gus Yaqut akan membuat suara PKB terpecah, dalam mendukung pasangan capres-cawapres Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar. Ia menekankan, konstituen PKB sudah cerdas membedakan antara kader emas dengan kader palsu.
 
"Konstituen PKB bisa membedakan mana emas, mana kader palsu, mana kader beneran. Mana yang sesuai dengan visi partai dan taat pada seluruh perintah partai dan mana yang bukan," tegasnya.
 
Wakil Ketua MPR RI ini menyebut, salah satu cara yang membedakan kader PKB palsu dan asli adalah ketaatan terhadap keputusan organisasi, yakni dengan tegas mendukung pasangan Anies-Cak Imin. Ia pun menilai, jika ada kader yang tidak setuju, berarti sudah menyimpang dari keputusan organisasi.
 
 
"Kami sudah mendeklarasi pasangan AMIN (Anies-Cak Imin) dan semua pengurus, konstituen, partisipan PKB semua sudah mendukung AMIN. Saya pikir itu lah bukti ketaatan kepada organisasi, yang tidak setuju dengan itu berarti menyimpang dari keputusan organisasi, gampang itu dan publik akan tahu siapa kader-kader PKB yang menyimpang dari keputusan organisasi dan pasti akan menerima disiplin organisasi," ucap Gus Jazil.
 
Ia pun meminta Gus Yaqut untuk menjaga pernyataannya. Sebab, Gus Yaqut merupakan pejabat publik yang dibiayai oleh pajak seluruh rakyat Indonesia.
 
"Hati-hati menjaga mulutnya. Karena apa? Karena ini pejabat publik, dia digaji oleh pajak negara untuk membuat suasana harmoni, bukan untuk mengeluarkan statement-statement yang nggak perlu," cetusnya.
 
Ia berujar, pernyataan Gus Yaqut untuk tidak memilih bakal capres yang memiliki rekam jejak politisasi agama, layaknya pernyataan buzzer dan provokator. Karena itu, ia pun mendorong Presiden Joko Widodo untuk mengevaluasi Gus Yaqut dari posisi Menteri Agama.
 
"Kalau posisinya sebagai menteri, ya presiden lah yang mengevaluasi. Kalau sebagai kader PKB, kami tentu sudah menyiapkan langkah-langkah pendisiplinan. Jadi dan publik tentu juga akan memberikan penilaian juga, menurut saya itu yang lebih penting," pungkasnya.
 

Editor: Kuswandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore