JawaPos.com - Jawa Tengah telah dinobatkan sebagai Provinsi Layak Anak di Indonesia. Hal itu menyusul 100 persen daerah di Jateng telah ditetapkan sebagai Kabupaten/Kota Layak Anak.
Penghargaan Provinsi Pelopor Layak Anak terhadap Jawa Tengah diberikan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, pada Kamis 29 Juli 2021. Kesuksesan Jawa Tengah menjadi provinsi layak anak melalui program 'Jo Kawin Bocah' dan 'Jogo Konco'.
Dalam kanal
dp3akb.jatengprov.go.id/jogokonco, Jogo Konco dalam bahasa Jawa memiliki arti 'menjaga teman' menjadi istilah yang tepat dan mudah diingat untuk menjadi gerakan dari, oleh dan untuk anak-anak sebagai pelopor dalam upaya saling melindungi dan mendorong pemenuhan hak anak serta diharapkan sebagai pelindung anak dari segala bentuk kekerasan, perlakuan salah dan eksploitasi.
Sementara program Jo Kawin Bocah merupakan gerakan agar tidak terjadi perkawinan usia dini di Jateng. Program itu digagas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam rangka mengurangi angka perkawinan anak.
Wakil Ketua I TP PKK Jateng Nawal Arafah Yasin saat itu mengatakan, perkawinan anak memang perlu dicegah karena mengganggu kesehatan anak, baik secara fisik maupun psikis, mengganggu tumbuh kembang anak. Serta, jika terjadi kehamilan akan meningkatkan risiko, termasuk risiko bayi lahir berkondisi stunting.
Progam Jo Kawin Bocah ini diharapkan, anak bisa berkesempatan memperoleh pendidikan yang tinggi, memiliki kesempatan tumbuh kembang yang optimal, terjaga kesehatannya baik fisik maupun mental. Terpenting pula, anak bisa diajarkan untuk perencanaan keluarga.
“Kami berharap kita semua lebih peduli dengan pencegahan pernikahan anak, agar anak-anak di Jawa Tengah menjadi lebih sehat dan lebih berkualitas,” kata Arafah, sebagaimana dikutip dari kanal Pemprov Jateng, Senin (25/9).
Sementara, Program Jogo Konco sendiri mendapatkan apresiasi dari Kepala Program Perlindungan Anak Unicef, Milen Kidane. Menurut Milen, platform ini merupakan bagian dari perlindungan anak di dunia maya.
Berdasarkan survei Unicef, sebanyak 196,7 juta orang di Indonesia terhubung ke internet. Sebab, tak jarang kekerasan yang diterima anak berasal dari dunia maya.
"Adanya Jogo Konco, saya optimistis kita bisa bersama dalam berbagai cara melindungi anak, di lingkungan digital di mana mereka banyak menghabiskan waktu,” papar Milen.
Dalam mendorong perestasi anak-anak muda Indonesia, bakal calon presiden (bacapres) Ganjar Pranowo menginginkan para milenial terus berinovasi dan berkreasi. Menurutnya, inspirasi untuk berkreasi tidak melulu didapat dari pembelajaran formal.
"Tiap kali saya bertemu dengan anak-anak generasi Z dan milenial yang punya karya kreatif, ternyata ditunjukkan dan makin banyak," ucap Ganjar saat bertemu dengan kalangan milenial dan Gen Z di Pos Bloc, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Minggu (4/3).
Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu lantas menunjukkan langsung proses kreatif tersebut kepada anak muda. Ganjar menggambar seni one line art (seni satu garis) yang terinspirasi dari seorang seniman one line art yang hadir sebagai pengisi acara.
Politisi PDIP itu pun menggambar simbol hati. Ganjar mengibaratkan simbol hati itu yang dimulai dari satu garis kecil hingga membentuk gambar hati yang besar, layaknya cinta yang terus-menerus menggunung.
Dari proses-proses itulah, lanjut Ganjar, anak muda dapat mengoptimalkan kemampuan yang dimiliki. Seperti halnya influencers, selebgram dan TikTokers yang memanfaatkan ruang-ruang yang ada, sekalipun untuk mendapatkan pemasukan dengan mengandalkan media sosial.
Ganjar mengharapkan, generasi Z dan milenial dapat terus mengembangkan bakatnya agar generasi wirausaha dan enterpreneur bisa terus lahir dan membanggakan bangsa Indonesia.
"Inilah sesuatu yang selalu baru ketika kita bertemu dengan generasi Z, selalu menarik dan tidak ada habisnya anak-anak yang selalu eksploratif. Inilah yang kemudian ruang-ruang yang mesti diberikan dari sisi akses agar mereka bisa tumbuh lebih kreatif, berkembang dan bisa diajarkan kepada banyak orang," ucap Ganjar.
Dalam kesempatan itu, Borneo Verando seorang seniman one line art yang berbincang dengan Ganjar mengungkapkan kesetujuannya dengan Ganjar ihwal proses kreatif. Dia mengaku mendapatkan inspirasi one line art dengan mencari kesibukan di rumah selama pandemi menerpa.
"Proses kreatifnya karena pandemi stres gitu, kemudian mencari banyak cara biar tidak stres akhirnya terjun ke gambar one line art. Uniknya kita hanya pakai satu garis dari awal sampai akhir. Dari satu garis saya olah yang keluar ekspresi saya, tetapi juga membentuk sesuatu yang ketika orang lihat mereka bisa nikmati," pungkas Borneo.