
Menteri BUMN Erick Thohir . Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com
JawaPos.com - Indikator keberhasilan seorang menteri bisa dilihat oleh dua faktor. Pertama, kinerjanya dan kedua adalah soal kepuasan presiden.
Pernyataan itu diungkapkan oleh, pengamat politik Universitas Paramadina Hendri Satrio terkait kinerja Erick Thohir sebagai Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Dijelakan Hendri, indikator pertama, paling tepat bagi menteri itu adalah kepuasan Presiden, jadi kalau Presiden kemudian tidak masalah, kemudian Presiden senang itu berarti apa yang dilakukan Erick Thohir itu memang bagus dan tepat.
Selanjutnya, Indikator kedua adalah dilihat dari kinerjanya, apakah ada hasil yang sudah dikerjakan dan terasa manfaatnya atau tidak.
“Jadi dua indikator saja, pertama adalah indikator kepuasan Presiden yaitu presidenya tidak komplain, berarti baik-baik saja, kemudian indikator yang kedua kinerjanya, kalau kinerjanya bagus baik berarti memang langkah yang ditempuh si menteri baik," ujar Hendri kepada wartawan, Selasa (30/6).
Terkait dengan kedua indikator tersebut, Hendri berpendapat bahwa Kementerian BUMN memiliki kinerja yang semakin membaik sejak dipimpin Erick Thohir. Hal itu bisa dilihat dari hasil kerja keras Erick dalam mendorong perusahaan BUMN ke arah yang lebih baik.
“Kalau Erick Thohir menurut saya sih bagus, kenapa karena contohnya Krakatau steel misalnya jadi untung setelah lama banget rugi, jadi artinya ada kinerja-kinerja BUMN yang membaik pasca di pimpin Erick Thohir,” ungkapnya
Hendri juga menyinggung soal adanya gangguan dan serangan yang dialamatkan oleh berbagai pihak yang tidak senang atas kebijakan Erick Thohir. Ia menganggap hal tersebut sebagai persoalan yang wajar mengingat kinerja Erick sudah terlihat jelas, sehingga mendapat sorotan masyarakat luas dan secara otomatis mengundang gangguan-gangguan bagi yang tidak suka.
“Justru kalau tidak diganggu malah kerjanya tidak kelihatan. Karena kerjanya kelihatan, maka gangguanya lebih banyak, adanya gangguan wajar, kenapa? karena kinerja Erick Thohir itu lagi kinclong maka pasti banyak gangguan-gangguan,” katanya.
Sementara pengamat dari Pusat Studi BUMN, Syamsul Anam berpandangan, fokus Menteri BUMN Erick Thohir dalam usaha membenahi perusahaan-perusahaan pelat merah sudah on the track.
Menurutnya, langkah yang dilakukan Erick sudah sejalan dengan masukan dari Ombudsman yang menginginkan sistem rekruitmen komisaris dan direksi di BUMN lebih akuntabel, terutama dengan ikut mengedepankan syarat formal dan materil dalam proses rekruitmen.
"Langkah ini menurut Obdusman untuk menjawab klaim zero ethics serta regulasi yang berimpit," imbuhnya.
Dosen Universitas Haluoleo Kendari ini menilai, saat ini adalah waktu yang baik untuk membenahi problem-problem seputar rekruitmen komisaris dan direksi pada BUMN.
"Mengingat pembiaran atas benturan regulasi, konflik kepentingan, dagang pengaruh, proses rekruitmen yang diskrimatif serta mekanisme evaluasi kinerja yang lebih baik telah lama berlangsung," pungkasnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=ZvsHXSU0Aao
https://www.youtube.com/watch?v=DndD4lf17QY
https://www.youtube.com/watch?v=-fdIPhNVVzo

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
12 Tempat Makan Legend di Bandung yang Wajib Dicoba, Ada yang Sudah Berdiri Sejak Zaman Belanda!
Tanpa Eliano Reijnders dan Luciano Guaycochea! Prediksi Susunan Pemain Bhayangkara FC vs Persib Bandung
11 Kuliner Malam Surabaya Paling Enak dan Legendaris untuk Kamu yang Sering Lapar Tengah Malam
