Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 10 Agustus 2023 | 00.42 WIB

Representasi NU Masih Jadi Pertimbangan di Pilpres 2024

Bendera NU raksasa yang berhasil pecahkan rekor MURI di Universitas Islam Malang (Unisma), Minggu (22/10) pagi. - Image

Bendera NU raksasa yang berhasil pecahkan rekor MURI di Universitas Islam Malang (Unisma), Minggu (22/10) pagi.

JawaPos.com - Setelah Yenny Wahid menyatakan diri siap diusung untuk menjadi kandidat cawapres di Pilpres 2024 bagi Anies Baswedan, eskalasi politik semakin dinamis.

Pengamat politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar Sukri mengatakan, saat ini dinamika dan hitung-hitungan partai politik (parpol) dalam penentuan pasangan calon berada di ranah realistis dengan beragam indikator. Di antaranya melihat provinsi dengan jumlah pemilih, sebaran pemilih, dan afirmasi pemilih. Bentuk afirmasi itu dengan hubungan Nahdlatul Ulama (NU).

"Representasi NU masih menjadi pertimbangan bagi pemilih dan parpol," ungkap Sukri kepada wartawan, Rabu (9/8).

Sukri menyebut bahwa berdasar data sejumlah lembaga survei Jawa Timur merupakan provinsi dengan jumlah pemilih terbanyak di Indonesia. Begitu juga dengan NU, ormas keagamaan terbesar di Indonesia itu juga sangat mendominasi di Jawa Timur.

"Kini pembicaraan Pilpres ke cawapres. Kalau capres arahnya hampir jelas pada tiga sosok," sambungnya. Ketika sosok itu adalah Ganjar Pranowo, Prabowo Subianto, dan Anies Baswedan.

Sementara untuk tokoh-tokoh yang bisa dikatakan memiliki representasi dengan NU dan berpotensi bakal dilirik jadi cawapres yaitu, Yenny Wahid, Khofifah Indar Parawansa, dan Erick Thohir. Untuk Erick Thohir disebut representasi NU karena anggota Banser.

Saat ini nama Yenny Wahid dan Khofifah Indar Parawansa mencuat sebagai kandidat cawapres. Meski kedua tokoh perempuan tersebut kuat di kalangan NU.

Sukri berpendapat nama Erick masih bisa diandalkan untuk mendulang suara di Jawa Timur dan warna Nahdliyyin. Ini disebabkan dalam politik di Indonesia, isu keterwakilan kaum hawa dan pemilih perempuan memilih dari kaumnya masih belum menjadi perhatian yang besar. "Ketiga tokoh ini memang memiliki representasi NU. Sehingga sekarang tinggal membandingkan masing-masing tokoh representasi NU tersebut," ujarnya.

Yenny dan Khofifah merupakan tokoh politik yang senior dan cukup memiliki banyak pengalaman. Sedangkan Erick, politikus muda yang dekat dengan generasi milenial dan generai X. Erick dianggap memiliki nilai tambah.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore