Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 9 Juli 2019 | 00.31 WIB

Kurangi Dominasi Singapura, Moeldoko Sambut Baik Kolaborasi Takke

Photo - Image

Photo

JawaPos.com - Cita-cita Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia mendapat banyak respon positif dari kalangan swasta. Salah satunya Takke Group.


Dukungan itu diungkapkan oleh Chief Executive Officer (CEO) Takke Group, Laurence M. Takke usai meninjau lokasi rencana pembangunan pelabuhan “New Transshipment Port Gunung Kijang” di Galang Batang, Desa Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, (7/7).


“Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia. Potensinya luar biasa besar untuk menjadi poros maritim dunia," ujar Laurence dalam keterangan tertulisnya pada JawaPos.com.


Namun, lanjut Laurence, potensi saja tentu tidak cukup. Karena itu, dibutuhkan semua peran pemangku kepentingan dan harus mau bekerjasama atau berkolaborasi untuk mewujudkan apa yang telah dicita-citakan Jokowi.


Laurence yang dilahirkan dan dibesarkan di Pulau Bintan sebagai wilayah terdepan dan perbatasan Indonesia – Singapura – Malaysia, mengaku cukup paham dengan konsep Presiden Jokowi untuk menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dunia.


“Sebagai anak pulau, saya paham apa yang diinginkan pak Jokowi tentang poros maritim dunia. Ini gagasan strategis masa depan kita untuk menjamin konektivitas laut antar pulau dan kedaulatan wilayah laut NKRI,” katanya.


Menurut Laurence, posisi geografis Pulau Bintan yang berada pada jalur pergerakan kapal-kapal kargo dunia di Selat Malaka, merupakan salah satu keunggulan komparatif yang dimiliki Pulau Bintan dan tidak ditemukan di daerah lainnya di Indonesia.


Kedalaman lautnya juga, kata dia, cukup mendukung, antara 20 meter sampai 40 meter. Kemudian, lokasi anchorage area atau labuh jangkarnya juga cukup strategis karena terlindung dari beberapa pulau-pulau kecil yang berfungsi sebagai break water sehingga kapal dapat terhindar dari hempasan gelombang laut.


Keinginan untuk bisa berkolaborasi dengan pemerintah untuk mewujudkan Indonesia poros maritim dunia sebagaimana cita-citakan Presiden Jokowi, sudah disampaikan kepada Kepala Staf Kepresidenan, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko dalam sebuah pertemuan di Jakarta, beberapa waktu lalu.


“Untuk hard infrastructure atau pembangunan fisiknya, seperti pembangunan pelabuhan kontainer dan seluruh fasilitas pendukungnya, kami sudah siapkan lahan seluas 400 – 500 hektar,” jelas Laurence.


Sementara itu, Kepala Kantor Staf Presiden (KSP), Jenderal TNI (Purn) Moeldoko menyambut baik ajakan Takke Group uuntuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam upaya mewujudkan Indonesia sebagai poros maritim dunia.


“Secara geografis, tentu tak diragukan lagi. Tinggal dikaji lagi lebih komprehensif, baik dari sisi ekonomi, politik, pertahanan dan keamanan. Pelabuhan transshipment ini penting untuk mengurangi dominasi Singapura. Sehingga kapal-kapal dari Indonesia bisa melayani ekspor langsung (direct call) ke negara tujuan,” harapnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore