Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 14 Juni 2019 | 20.23 WIB

Usulan Percepatan Kongres Demokrat untuk Pemilihan Ketum Ditolak

Capres 02 Prabowo Subianto menemui Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Kedatangan Prabowo untuk menyampaikan turut  berbelasungkawa atas meninggalnya Ani Yudhoyono, istri SBY. Dia memberi dukungan kepada SBY agar tetap tabah dan sa - Image

Capres 02 Prabowo Subianto menemui Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Kedatangan Prabowo untuk menyampaikan turut berbelasungkawa atas meninggalnya Ani Yudhoyono, istri SBY. Dia memberi dukungan kepada SBY agar tetap tabah dan sa

JawaPos.com - Sejumlah senior dan pendiri Partai Demokrat yang mengatasnamakan diri sebagai Gerakan Moral Penyelamatan Partai Demokrat mendesak untuk segera dilaksanakan Kongres Luar Biasa (KLB). Salah satu agenda yang diusulkan yakni memilih Ketua Umum Partai Demokrat yang baru.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Amir Syamsuddin mengatakan, pihaknya akan segera menggelar rapat atas usulan tersebut. "Saya sudah minta Sekretaris Dewan Kehormatan Yosef Badeoda mengundang anggota yang ada di tanah air membahas rapat masalah tersebut," ujar Amir saat dihubungi wartawan, Jumat (14/6).

Informasi saja, sedianya KLB Partai Demokrat dilaksanakan pada 2020 mendatang. Akan tetapi, sejumlah senior partai berlogo bintang mercy itu ingin agar hajatan akbar itu digelar paling lambat September tahun ini.

Menurut Amir Syamsuddin, KLB adalah forum tertinggi partai. Atas dasar itu, keputusan untuk menggelarnya tidak bisa hanya berdasarkan desakan segelintir orang atau kader.

"Kongres Luar Biasa adalah persoalan serius dan wajib diketahui terinformasikan secara nasional, dan tidak boleh dimunculkan apalagi dideklarasikan hanya oleh segelintir senior," tegasnya.

Amir pun menyayangkan sejumlah senior Partai Demokrat bisa mengumbar usulan itu ke publik. Padahal diketahui, berdasarkan AD/ART Partai Demokrat, KLB digelar pada 2020.

"Semua ada forum, waktu dan tempatnya untuk dikemukakan sesuai dengan ketentuan AD/ART. Yang senior tidak bisa mengesampingkan ketentuan-ketentuan tersebut," ungkapnya.

Sebelumnya, anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat, Max Sopacua mengatakan, KLB itu dilakukan untuk menyelamatkan partai menyongsong pemilu 2024. Max juga mengatakan, Partai Demokrat juga harus diselamatkan dari para kader yang selalu membuat gaduh.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore