
Presiden Joko Widodo bersama Anies Baswedan
JawaPos.com - Sejumlah nama baru berpotensial menjadi calon wakil presiden untuk mendampingi Joko Widodo di Pilpres 2019. Tiga teratas adalah mereka yang pernah bersaing di Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017. Yakni, Anies Baswedan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).
"Dari pertanyaan terbuka calon wakil presiden, Anies Baswedan mendapat 10,5 persen, Agus Harimurti 9,6 persen, dan Ahok," ujar Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari saat memaparkan hasil survei nasional 'Siapa Penantang Potensial Jokowi di 2019', di Hotel Atlet Century, Senayan, Jakarta, Minggu (3/12).
Selain mereka, ada pula nama Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo mendapat perolehan angka yang sama, yakni 9,6 persen. Lalu, Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dengan 5,4 persen, Presiden PKS Sohibul Iman 3,8 persen, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini 3,3 persen, mantan Panglima TNI Jenderal (Purnawirawan) Moeldoko 2,8 persen.
Ada juga Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo 2,3 persen, AA Gym 2,1 persen, Menko PMK Puan Maharani 2 persen, Kapolri Jenderal Tito Karnavian 1,8 persen, Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar 1,7 persen, Bupati Purwarkarta Dedi Mulyadi 1,1 persen.
"Dan nama-nama lain di bawah satu persen, ada Ahmad Heryawan, Sandiaga Uno, Setya Novanto, Ganjar Pranowo dan Ahmad Syaikhu," tutur Qodari.
Namun, lanjut Qodari, jika disimulasikan 12 nama calon wakil presiden pendamping Jokowi, berdasarkan pertanyaan secara tertutup, nama Ahok hilang. Sementara Anies tetap unggul dengan 11,8 persen.
Disusul Agus 10,3 persen, Gatot 9,3 persen, Ridwan Kamil 7,3 persen, Sohibul dengan 5,4 persen. Kemudian Moeldoko 3 persen, Puan 2,8 persen.
“Sementara di bawah satu persen ada Budi Gunawan, Tito, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar, dan Zulkifli Hasan," paparnya.
Sekedari informasi, survei yang dilakukan Indo Barometer dilakukan di 34 provinsi. Jumlah sampel sebanyak 1200 responden dengan margin of error sebesar 2,83 persen, pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Sementara metode yang dipakau adalah multistage random sampling. Waktu pengumpulan data pada 15-23 November 2017.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
