
Wasekjen Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin.
JawaPos.com - Lembaga Survei Populi Center merilis hasil temuan nasional mengenai peta elektoral untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Di samping itu, survei ini juga merilis hasil tingkat kepuasan kinerja pemerintahan dalam tiga tahun terakhir.
Peneliti dari Populi Center Hartanto Rosojati menjelaskan, berdasarkan hasil temuannya, saat ini mayoritas masyarakat Indonesia merasa puas dengan pemerintahan Joko Widodo dan Jusuf Kalla.
Bahkan, kata Hartanto, mantan Wali Kota Solo itu juga telah mendapatkan skor kepuasan dengan nilai positif dari masyarakat.
"63,4 persen merasa puas dengan kinerja pemerintahan Jokowi-JK selama 3 tahun ini. Sementara itu, yang kurang puas sebesae 34,1 persen," ucap Hartanto di Kantor Populi Center, Jakarta, Rabu (28/2).
Namun, hasil survei itu langsung ditanggapi sinis oleh Wasekjen Partai Demokrat, Didi Irawadi Syamsuddin. Dia mengatakan, tingkat kepuasan pemerintahan Jokowi-JK yang begitu tinggi diakuinya banyak kejanggalan.
Pasalnya, kata Didi, saat ini persoalan ekonomi masih menjadi momok sagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Apalagi, daya beli masyarakat masih rendah, begitupula dengan persoalan angka pengangguran yang masih tinggi.
“Ditambah lagi persoalan tarif listrik yang naik, lalu diem-diem juga BBM (naik), ini jelas anomali dengan tingkat kepuasan publik terhadap pemerintah yang selalu tinggi," tutur Didi saat menanggapi hasil survei tersebut.
Selain itu, Didi menambahkan, pihaknya juga menyoroti tingginya elektabilitas partai-partai koalisi pemerintah yang vokal membela pansus angket KPK. Dirinya menyebut kondisi ini juga menjadi keanehan pula.
"Saya katakan Pansus Angket KPK justru pansus yang melemahkan kpk ini partai partai yang disekitar kekuasaan ini, ini kan anomali dengan survei yang tinggi yang menyatakan demikian. Bagaimana menjelaskan kepada rakyat hal demikian," pungkasnya.
Diketahui, Populi Center melaksanakan survei dengan wawancara tatap muka diseluruh Indonesia dari tanggal 7 sampai 16 Februari 2018.
Adapun besaran sampel pada survei ini adalah 1200 responden dengan menggunakan metode multistage random sampling dan margin of error 2,89 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
Acara itu juga dihadiri oleh Politisi PDI Perjuangan Maruarar Sirait, Direktur Eksekutif LSI Kuskridho Ambardi, Peneliti Populi Center Rafif Imawan dan Hartanto Rosojati.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
