
Sardar Azmoun dihadapkan dengan dua pilihan berat usai Piala Dunia 2018.
JawaPos.com - Usia 23 tahun merupakan masa-masa penting dalam karir seorang pemain sepak bola. Usia menuju masa kematangan seorang pemain. Namun, bagi Sardar Azmoun justru menjadi akhir dari karirnya bersama Timnas Iran. Usai tersingkir dari Piala Dunia 2018, Azmoun menyatakan pensiun membela Timnas.
Tentu tidak akan ada asap tanpa ada api. Putusan pensiun mendadak Azmoun disebabkan oleh kritikan dan cercaan yang mengarah kepada dirinya. Pemain yang dijuluki 'Messi dari Iran' ini dianggap gagal tampil apik untuk membawa Iran melaju lebih jauh di Piala Dunia 2018.
Azmoun menorehkan 23 gol dalam 33 penampilannya bersama Iran. Termasuk 11 gol yang dikoleksinya dalam 14 laga babak kualifikasi. Namun, tak satu pun gol yang mampu ditorehkannya dalam 4 pertandingan fase grup Piala Dunia 2018.
Akibatnya, striker Rubin Kazan ini pun mendapat cercaan serta kritikan pedas. Sebenarnya dia masih bisa menahan semua cercaan tersebut. Tapi tidak dengan ibunya, yang kembali jatuh sakit setelah mendengar cercaan yang ditujukan kepada anaknya.
"Ibu saya baru saja sembuh dari sakit serius dan saya sempat bahagia," ungkap Azmoun kepada BBC. "Sayangnya, karena tindakan buruk dari sejumlah orang, dan cercaan yang saya dan pemain Iran lain tidak layak dapatkan, kondisi kesehatan ibu saya langsung menurun drastis."
Kondisi ini membuat sebuah situasi dilematis bagi Azmoun. Dia harus memilih untuk tetap berkostum Timnas dengan risiko kesehatan ibunya terus terganggu, atau segera pensiun dini. Dan Azmoun memilih yang kedua.
"Kondisi ini membuat saya berada di posisi sulit, di mana saya harus memilih salah satu dari dua pilihan. Hasilnya, saya lebih memilih ibu saya," lanjut Azmoun.
Dengan putusan pensiun dini, Azmoun dipastikan tak akan bisa memperbaiki catatan golnya bersama Iran. Saat ini dia sudah berada di urutan kelima daftar top skor sepanjang masa Timnas Iran dengan 23 gol. Catatan yang tak akan bisa bertambah lagi hingga dia memutuskan untuk kembali membela Iran.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
