
Timnas U-17 Indonesia untuk sementara berada di posisi ketiga klasemen Grup A usai menahan imbang Panama dengan skor 1-1, Senin (13/11).
JawaPos.com – Indonesia U-17 bisa menorehkan sejarah baru: lolos ke babak 16 besar Piala Dunia U-17. Namun, syaratnya terbilang berat. Garuda Asia harus menang kala melawan Maroko U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, nanti malam.
Masalahnya, Maroko U-17 lebih superior. Mereka memiliki 10 pemain yang kini membela klub asal Eropa. Bandingkan dengan Indonesia U-17 yang cuma memiliki dua pemain abroad. Singa Atlas Muda juga tak begitu tertekan. Sebab, mereka sudah mengoleksi 3 poin setelah menang 2-0 atas Panama U-17 (10/11). Sementara itu, Indonesia U-17 ada di posisi ketiga dengan koleksi 2 poin.
Pelatih Indonesia U-17 Bima Sakti sadar tekanan ada di pihaknya. ’’Makanya kami tadi (kemarin, Red) meeting panjang dengan pemain. Kami membahas kekuatan Maroko. Kami tidak melihat Maroko lebih bagus dibanding Ekuador atau Panama. Semua sama,’’ katanya.
Dalam pertemuan itu pula, tim pelatih melakukan koreksi kesalahan individu. Bima tak mau hal itu terjadi lagi pada laga krusial. ’’Saya minta pemain mengurangi kesalahan sendiri. Termasuk cepat melakukan pressing ketika kami kehilangan bola,’’ jelas pelatih 46 tahun itu.
Hal itu wajib dilakukan. Sebab, Maroko U-17 punya senjata berbahaya: kecepatan winger. Di sisi kiri, ada Mohammed Hamony. Dia sudah mencatatkan satu assist. Winger Le Havre itu juga menjadi man of the match di laga kontra Panama U-17 (10/11). Lalu, di sisi kanan, ada Imran Nazih.
Bek Indonesia U-17 Sultan Zaky tahu bahwa lini depan Singa Atlas Muda sangat berbahaya. ’’Yang paling kami waspadai adalah saat mereka melakukan counter attack. Kami harus fokus dan tidak boleh melakukan kesalahan,’’ jelas pemain PSM Makassar itu.
Bima tidak mau terlalu menekan anak asuhnya. Sebab, kemenangan bukan satu-satunya jalan untuk lolos ke babak 16 besar. ’’Yang pasti kami ingin menang. Tapi, kalau situasinya tidak bisa menang, kami harus minimal meraih hasil draw,’’ katanya. ’’Yang paling penting adalah kami bisa lolos. Entah sebagai juara grup, runner-up, atau peringkat ketiga terbaik,’’ lanjut Bima.
Indonesia U-17 memang masih bisa menjadi juara grup. Itu terjadi jika menang atas Maroko U-17 dan Ekuador U-17 tumbang dari Panama U-17.
Di sisi lain, meski di atas angin, Maroko U-17 ogah jemawa. Sang pelatih, Said Chiba, mengingatkan anak asuhnya untuk tidak meremehkan tuan rumah. Apalagi, Indonesia U-17 belum pernah kalah dalam dua laga. ’’Apa yang ditunjukkan Indonesia sangat baik. Mereka punya organisasi yang bagus. Secara individu, pemainnya juga cukup berbahaya,’’ kata pelatih 53 tahun itu.
Dia ingat betul ketika Indonesia menahan imbang 1-1 Ekuador U-17, tim yang mengalahkan Maroko U-17 dua gol tanpa balas (13/11). ’’Saya sangat respek dengan Indonesia setelah apa yang mereka lakukan di laga melawan Ekuador. Boleh saya bilang, laga nanti tidak akan berjalan mudah bagi kami,’’ papar Chiba. (gus/c18/fal)

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
