
MASIH JET LAG: Simon (kiri) berama sang ibu Donita (tengah) dan ayahnya Andrew di Stadion Si Jalan Harupat, Bandung.
Piala Dunia U-17 2023 sudah bergulir sejak Jumat (10/11) lalu. Bukan hanya suporter lokal, ajang dua tahunan itu juga mendapat support dari fans mancanegara yang timnya bertanding.
DIMAS RAMADHAN, Kabupaten Bandung
ANGIN sore berembus menyejukkan suasana di Soreang, Kabupaten Bandung. Kesejukan udara sehabis hujan itu mengiringi langkah belasan warga negara Polandia di Stadion Si Jalak Harupat. Mereka melangkah dengan penuh keceriaan untuk mendukung perjuangan tim Polandia U-17 melawan Jepang U-17 kemarin (11/11).
Dengan pakaian merah-putih khasnya, rombongan yang terdiri atas 20 orang itu rela datang jauh-jauh ke Bandung. Mereka telah melewati perjalanan udara nyaris 30 jam dari Kota Krakow, Polandia. Mabuk setelah terbang atau jet lag pun masih mereka rasakan.
Apalagi, waktu di kota asalnya dengan Indonesia sangat berbeda. ’’Di Polandia sekarang ini mestinya sekitar pukul dua dini hari. Tapi semakin hari semakin baik,’’ kata Simon, 22, salah satu fans Polandia, ketika ditemui Jawa Pos kemarin.
Niat dan usaha mereka patut diacungi jempol. Tapi, apa yang mendasari keinginan mereka datang ke Bandung? Mengapa Simon dan rombongannya rela melakukan perjalanan sejauh itu? ’’Kami adalah grup dari Polandia dan kami adalah keluarga pemain,’’ ungkapnya.
Simon sendiri merupakan keluarga dekat salah satu pemain Polandia U-17. Yakni, bek Jakub Krzyzanowski. Dia datang bersama dengan kedua orang tuanya, Donita dan Andrew, untuk melihat langsung perjuangan adiknya di turnamen kelompok usia tersebut.
Dukungan mereka kepada Krzyzanowski sangat total. Selain membawa atribut tim sepak bola Polandia, rombongan tersebut tak henti-hentinya berteriak ’’Polska’’ sepanjang pertandingan. Kemudian juga ada yang membuat sebuah kaus atau jersey khusus.
’’Kami punya kaus istimewa dan tercantum nama para pemain,’’ tambah sang ayah, Andrew, sambil menunjukkan punggungnya bertulisan nomor dan nama Krzyzanowski.
Rombongan keluarga pemain dan pelatih Polandia U-17 itu diketahui akan berada di Indonesia setidaknya hingga fase penyisihan grup tuntas. Selain melawan Jepang U-17 kemarin, tim besutan Marcin Wlodarski itu bakal melawan Senegal U-17 di stadion yang sama pada Selasa (14/11) dan Argentina tiga hari kemudian di Jakarta International Stadium (JIS).
’’Setelah pertandingan terakhir, kami akan berangkat ke bandara dan terbang kembali Polandia. Kami harap itu tidak berakhir untuk pemain. Namun, kami harus kembali pulang,’’ terang Simon.
Simon berharap laju Polandia di Piala Dunia U-17 2023 cukup jauh. Berstatus semifinalis Piala Eropa U-17 2023, Biale Orly –julukan Polandia– diharapkan bisa bermain hingga hari-hari terakhir turnamen.
’’Ini adalah Piala Dunia, 24 tim terbaik di dunia. Polandia salah satunya. Kami harap mereka akan mencapai perempat final atau semifinal,’’ pungkasnya. (drw/c17/bas)

Breaking News! Veda Ega Pratama Naik ke Peringkat 3 Moto3 2026 Usai Diskualifikasi Adrian Fernandez
Kronologi Lengkap Diskualifikasi Adrian Fernandez di Moto3 2026, Veda Ega Pratama Naik ke Posisi Tiga Klasemen
Hasil Practice Moto3 Hungaria 2026: Veda Ega Pratama Finis P2 dan Lolos ke Q2, Hakim Danish Justru Tersandung
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Sony Sonjaya Akan Ajukan Diri Jadi Justice Collaborator Kasus MBG, Janjikan Buka Nama-Nama Besar
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Kalah di Pengadilan Soal Sanksi Etik Promotor Disertasi Bahlil, Guru Besar UI: Mahasiswa Ini Bukan Main-main
Prediksi Haiti vs Peru 6 Juni 2026: Momentum Positif Les Grenadiers Uji Kebangkitan La Blanquirroja
3 Bintang Baru Sudah Deal! Persebaya Surabaya Siapkan Misi Besar Bernardo Tavares di Musim 100 Tahun
