Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Agustus 2026 | 18.14 WIB

Gaji Riil Pekerja Jepang Naik Enam Bulan Berturut-turut Berkat Lonjakan Bonus

Ilustrasi. Pekerja di Jepang. (hr.asia) - Image

Ilustrasi. Pekerja di Jepang. (hr.asia)

JawaPos.com - Upah riil pekerja di Jepang pada Juni 2026 naik selama enam bulan berturut-turut. Kenaikan tersebut didorong meningkatnya bonus musim panas yang dibayarkan perusahaan kepada karyawan.

Seperti dilansir Kyodo, Rabu (5/8), upah riil yang telah disesuaikan dengan inflasi meningkat 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian itu menjadi tren kenaikan terpanjang sejak periode tujuh bulan berturut-turut pada 2021.

Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang mencatat upah nominal per pekerja, termasuk gaji pokok dan lembur, naik 3,4 persen menjadi 531.677 yen atau sekitar Rp 61,14 juta (kurs 1 JPY = Rp 115).

Kenaikan tersebut menandai lima bulan berturut-turut pertumbuhan upah nominal di atas 3 persen. Ini juga menjadi tren pertama dalam lebih dari 34 tahun. Pertumbuhan upah didorong kenaikan pendapatan khusus yang sebagian besar berasal dari bonus. Nilainya naik 3,5 persen menjadi 232.445 yen atau sekitar Rp 26,73 juta.

Peningkatan bonus tidak lepas dari hasil perundingan tahunan antara serikat pekerja dan perusahaan (shunto). Negosiasi tersebut kembali mendorong perusahaan-perusahaan Jepang menaikkan gaji karyawan.

Data Federasi Bisnis Jepang (Keidanren) yang dirilis Selasa menunjukkan perusahaan-perusahaan besar sepakat menaikkan upah rata-rata sebesar 5,37 persen. Angka tersebut melampaui 5 persen untuk tahun ketiga berturut-turut.

Keidanren juga melaporkan rata-rata bonus musim panas di perusahaan besar naik 1,88 persen dibandingkan tahun lalu. Nilainya menembus 1 juta yen atau sekitar Rp 115 juta untuk pertama kalinya sejak data serupa mulai dikumpulkan pada 1981.

Meski pelemahan yen telah meningkatkan biaya impor, inflasi konsumen Jepang masih bertahan di bawah 2 persen. Kondisi itu antara lain ditopang kebijakan pemerintah yang menekan harga bensin dan energi sehingga membantu menjaga pertumbuhan upah riil tetap positif.

Namun, para analis memperingatkan inflasi kemungkinan kembali meningkat pada paruh kedua tahun ini. Banyak perusahaan diperkirakan mulai meneruskan kenaikan biaya bahan baku dan tenaga kerja ke harga jual produk.

Perkembangan upah dan inflasi menjadi perhatian Bank of Japan (BOJ) dalam menentukan arah kebijakan moneter. Pada rapat bulan lalu, BOJ mempertahankan suku bunga acuan di level 1 persen, tetapi Gubernur Kazuo Ueda kembali memberi sinyal adanya peluang kenaikan suku bunga apabila tekanan inflasi terus meningkat.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore