
Ilustrasi. Pekerja di Jepang. (hr.asia)
JawaPos.com - Upah riil pekerja di Jepang pada Juni 2026 naik selama enam bulan berturut-turut. Kenaikan tersebut didorong meningkatnya bonus musim panas yang dibayarkan perusahaan kepada karyawan.
Seperti dilansir Kyodo, Rabu (5/8), upah riil yang telah disesuaikan dengan inflasi meningkat 1,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Capaian itu menjadi tren kenaikan terpanjang sejak periode tujuh bulan berturut-turut pada 2021.
Kementerian Kesehatan, Tenaga Kerja, dan Kesejahteraan Jepang mencatat upah nominal per pekerja, termasuk gaji pokok dan lembur, naik 3,4 persen menjadi 531.677 yen atau sekitar Rp 61,14 juta (kurs 1 JPY = Rp 115).
Kenaikan tersebut menandai lima bulan berturut-turut pertumbuhan upah nominal di atas 3 persen. Ini juga menjadi tren pertama dalam lebih dari 34 tahun. Pertumbuhan upah didorong kenaikan pendapatan khusus yang sebagian besar berasal dari bonus. Nilainya naik 3,5 persen menjadi 232.445 yen atau sekitar Rp 26,73 juta.
Peningkatan bonus tidak lepas dari hasil perundingan tahunan antara serikat pekerja dan perusahaan (shunto). Negosiasi tersebut kembali mendorong perusahaan-perusahaan Jepang menaikkan gaji karyawan.
Data Federasi Bisnis Jepang (Keidanren) yang dirilis Selasa menunjukkan perusahaan-perusahaan besar sepakat menaikkan upah rata-rata sebesar 5,37 persen. Angka tersebut melampaui 5 persen untuk tahun ketiga berturut-turut.
Keidanren juga melaporkan rata-rata bonus musim panas di perusahaan besar naik 1,88 persen dibandingkan tahun lalu. Nilainya menembus 1 juta yen atau sekitar Rp 115 juta untuk pertama kalinya sejak data serupa mulai dikumpulkan pada 1981.
Meski pelemahan yen telah meningkatkan biaya impor, inflasi konsumen Jepang masih bertahan di bawah 2 persen. Kondisi itu antara lain ditopang kebijakan pemerintah yang menekan harga bensin dan energi sehingga membantu menjaga pertumbuhan upah riil tetap positif.
Namun, para analis memperingatkan inflasi kemungkinan kembali meningkat pada paruh kedua tahun ini. Banyak perusahaan diperkirakan mulai meneruskan kenaikan biaya bahan baku dan tenaga kerja ke harga jual produk.
Perkembangan upah dan inflasi menjadi perhatian Bank of Japan (BOJ) dalam menentukan arah kebijakan moneter. Pada rapat bulan lalu, BOJ mempertahankan suku bunga acuan di level 1 persen, tetapi Gubernur Kazuo Ueda kembali memberi sinyal adanya peluang kenaikan suku bunga apabila tekanan inflasi terus meningkat.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Fenerbahce vs Lyon di Kualifikasi Liga Champions 2026/2027, Tuan Rumah Dilarang Kalah!
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Elche: Comeback The Blue and Whites di La Liga Bakal Sengit!
Prediksi Skor Pisa vs Empoli di Coppa Italia: Azzurri Bisa Menang Lewat Adu Penalti!
Prediksi Skor Palermo vs Lecce di Coppa Italia, Inzaghi Siap Bikin Kejutan
Prediksi Skor Dinamo Zagreb vs Viking di Liga Champions: Skuad Modri Datang dengan Modal Bagus!
BEM UI dan Puluhan Aliansi Mahasiswa Bakal Gelar Demo Besar di Bundaran HI Besok, Ini 8 Tuntutannya
Prediksi Skor Cremonese vs Sampdoria di Coppa Italia, Optimisme Marco Giampaolo
Prediksi Levski Sofia vs AEK Athens: Misi Besar Tuan Rumah Kembali ke UCL Usai Absen 2 Dekade
Rela Kesampingkan Urusan Pribadi, Perjuangan Ibu Atlet Sepak Bola Masa Depan Indonesia
Prediksi Skor Thailand vs Singapura di Semifinal Piala AFF 2026, Gajah Perang Unggul Agregat 3-1
