Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Agustus 2026 | 18.07 WIB

Korea Utara Kecam Uji Coba Rudal Tomahawk Jepang, Sebut Tokyo Kejar Ambisi Militer

Foto memperlihatkan rudal jelajah Tomahawk yang diluncurkan dari kapal perusak Chokai milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) yang dilengkapi sistem Aegis di Samudra Pasifik, lepas pantai Amerika Serikat, pada Selasa 28 Juli 2026 waktu setempat. (Foto: Kementerian Pertahanan Jepang/Kyodo) - Image

Foto memperlihatkan rudal jelajah Tomahawk yang diluncurkan dari kapal perusak Chokai milik Pasukan Bela Diri Maritim Jepang (JMSDF) yang dilengkapi sistem Aegis di Samudra Pasifik, lepas pantai Amerika Serikat, pada Selasa 28 Juli 2026 waktu setempat. (Foto: Kementerian Pertahanan Jepang/Kyodo)

JawaPos.com - Korea Utara mengecam keras uji coba rudal jelajah Tomahawk yang baru-baru ini dilakukan Jepang. Pyongyang menuduh langkah tersebut menjadi bukti bahwa Tokyo sedang menyembunyikan ambisi untuk memperkuat kemampuan militernya.

Seperti dilansir Kyodo, Rabu (5/8), kecaman itu disampaikan Kim Yo Jong, adik perempuan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un sekaligus pejabat senior Partai Pekerja Korea. Pernyataannya dimuat oleh media pemerintah Korean Central News Agency (KCNA).

"Sudah jelas bahwa langkah tersebut hanyalah taktik untuk menutupi ambisi mereka menjadi kekuatan militer besar," kata Kim Yo Jong.

Ia juga menyebut Jepang sebagai "negara penjahat perang" dan meminta masyarakat internasional meningkatkan kewaspadaan terhadap apa yang disebutnya sebagai ambisi militer Tokyo. Menurut Kim, Jepang masih ingin mewujudkan kembali impian ekspansionisme pada masa perang.

Pernyataan tersebut muncul sekitar sepekan setelah Kementerian Pertahanan Jepang mengumumkan Pasukan Bela Diri Jepang untuk pertama kalinya melakukan uji coba penembakan rudal jelajah Tomahawk buatan Amerika Serikat dari sebuah kapal perusak.

Kemampuan tersebut merupakan bagian dari Strategi Keamanan Nasional Jepang yang diadopsi pada 2022. Kebijakan itu membuka jalan bagi Jepang untuk memiliki kemampuan menyerang pangkalan rudal musuh sebagai bentuk pertahanan diri yang tetap berada dalam batas Konstitusi Jepang yang menolak perang.

Kim Yo Jong menilai kecaman internasional saja tidak cukup untuk menghentikan langkah Jepang. Ia bahkan menyatakan Korea Utara akan membuat Jepang "menyesal", meski tidak menjelaskan langkah balasan yang akan diambil.

Dalam beberapa waktu terakhir, Korea Utara diketahui berfokus memperkuat kemampuan angkatan lautnya. Pernyataan Kim Yo Jong kembali menambah ketegangan hubungan kedua negara yang selama ini kerap berselisih terkait isu keamanan dan pengembangan persenjataan.

Editor: Dhimas Ginanjar
Sumber: Kyodo News
Tags

Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore