
Kesalahan Lucas Digne menjadi titik balik kekalahan Prancis dari Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026. Blunder sang bek kiri berujung penalti yang membuka jalan La Roja menuju final. (Footbal 360)
JawaPos.com - Kekalahan Prancis oleh Spanyol di semifinal Piala Dunia 2026 (15/7) masih belum bisa diterima publik Negeri Anggur. Hingga kemarin (17/7), sudah muncul petisi agar laga semifinal tersebut diulang. Lebih dari 50 ribu tanda tangan yang mendukung petisi tersebut.
Laga itu mereka anggap tidak sah terkait gol pertama Spanyol (dari kemenangan 2-0) pada menit ke-22. Bola diklaim lebih dulu menyentuh tangan wide attacker Spanyol Lamine Yamal sebelum sapuan bek kiri Prancis Lucas Digne menjatuhkan bintang muda FC Barcelona itu. Jika penalti dianulir, maka gol penalti false nine Spanyol Mikel Oyarzabal juga dianggap tidak sah.
Baca Juga:Ditanya Soal Rumor Marselino Ferdinan ke Persija Jakarta, Shin Tae-yong Beri Jawaban Mengejutkan
”Olahraga harus dijalankan sesuai dengan aturan. Tetapi, aturan tersebut tidak ditegakkan dalam pertandingan ini,” begitu pernyataan dalam petisi tersebut.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
