Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 17 Juli 2026 | 03.08 WIB

Kebangetan Jika Argentina Tak Dihukum FIFA Terkait Spanduk Provokatif Jelang Hadapi Spanyol

Lionel Messi memimpin Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah melewati serangkaian comeback dramatis sepanjang fase gugur. (Instagram @afaseleccion) - Image

Lionel Messi memimpin Argentina melaju ke final Piala Dunia 2026 setelah melewati serangkaian comeback dramatis sepanjang fase gugur. (Instagram @afaseleccion)

JawaPos.com - Juara dunia bertahan Argentina bisa menghadapi hukuman karena melanggar aturan FIFA setelah kemenangan 2-1 atas Inggris pada Kamis (16/7) dini hari WIB. Lionel Messi dan kawan-kawan lolos ke final Piala Dunia kedua berturut-turut, tetapi sekali lagi harus melalui comeback di Atlanta, Georgia, Amerika Serikat.

Messi beraksi hanya tujuh menit sebelum pertandingan berakhir. Assist pertamanya menghasilkan gol penyama berkat gol jarak jauh Enzo Fernandez, menyamakan gol pembuka Anthony Gordon, sebelum assist keduanya menemukan sundulan pemain pengganti Lautaro Martinez, yang tidak melakukan kesalahan dalam memastikan kemenangan dramatis atas rival lama mereka tersebut.

Para penggemar Inggris dengan cepat menyalahkan keputusan Thomas Tuchel untuk bermain ultra-defensif, sekaligus menjadi kegagalan The Three Lions yang terus berlanjut untuk mengakhiri penantian 60 tahun membawa pulang trofi sepak bola.

Sementara itu, desas-desus korupsi dan skandal seputar Argentina kemungkinan akan terus berlanjut, apalagi para pemain Tango tampaknya melanggar aturan FIFA selama perayaan kemenangan La Albiceleste di Atalanta.

Pemain Argentina Melanggar Aturan FIFA Setelah Kemenangan Dramatis Atas Inggris

Selama perayaan pasca pertandingan, wakil Amerika Selatan tersebut diketahui telah melanggar aturan badan pengatur sepak bola dunia. FIFA memiliki pendirian yang jelas dengan melarang bendera, slogan, dan simbol politik apa pun untuk ditampilkan di dalam stadion.

Namun, Argentina sekarang dapat menghadapi hukuman atas tindakan mereka setelah sebuah spanduk bertuliskan 'Las Malvinas son Argentinas' yang merujuk pada Perang Falkland 1982 atau diterjemahkan menjadi 'Malvinas (Falkland) adalah Argentina.' Insiden tersebut (seperti yang terlihat di bawah) diperkirakan akan dilaporkan ke FIFA.

Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, mencoba meredakan ketegangan pra-pertandingan ketika ia menyatakan bahwa menjadikan pertandingan tersebut tentang konflik adalah "salah". Ketegangan tetap ada di sekitar Kepulauan Falkland, dan Argentina masih mempersoalkan kedaulatan wilayah seberang laut Inggris tersebut.

Terlepas dari seruan untuk membatasi nuansa politiknya, para pemain dan penggemar secara teratur meneriakkan tentang masalah tersebut sepanjang babak gugur. Sementara wakil presiden Argentina menimbulkan kehebohan besar dengan unggahan media sosialnya menjelang pertandingan semifinal.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore