
Kylian Mbappe memimpin Prancis menghadapi timnas Spanyol yang berakhir dengan kekalahan 0-2 pada semifinal Piala Dunia 2026 di AT&T Stadium, Arlington. (Instagram @fff)
JawaPos.com - Kylian Mbappe kritik pelatih tim nasional Prancis Didier Deschamps setelah kalah dari timnas Spanyol 0-2 di laga semifinal Piala Dunia 2026 pada Rabu (15/7). Dalam laga itu, Spanyol tampil lebih solid dan menguasai permainan sejak awal.
Gelandang timnas Spanyol Rodri tampil sebagai motor permainan, mengatur tempo sekaligus mendominasi lini tengah bersama Fabian Ruiz. Dalam wawancara yang dilansir dari ESPN, Kylian Mbappe menilai Prancis kalah jumlah dan koordinasi di sektor krusial itu.
“Kami tiga lawan dua di lini tengah dan melawan Spanyol itu sangat sulit. Fabian dan Rodri punya banyak waktu untuk menguasai bola. Ada masalah komunikasi dalam melakukan tekanan,” ujar kapten timnas Prancis Kylian Mbappe usai laga semifinal piala dunia lawan timnas Spanyol.
Baca Juga:Sempat Dikaitkan dengan PSIS dan PSS, Stefano Lilipaly Memilih Semen Padang Sebagai Klub Barunya
Mbappe juga menilai tim seharusnya menerapkan pressing satu lawan satu untuk memutus ritme permainan lawan. “Menurut saya, seharusnya kita menerapkan pressing satu lawan satu dan memaksa mereka untuk bergerak mengikuti pergerakan kita,” tambah Mbappe.
Gol pembuka Spanyol lahir melalui penalti Mikel Oyarzabal setelah pelanggaran Lucas Digne terhadap Lamine Yamal. Sejak itu, Spanyol semakin nyaman mengontrol pertandingan.
Mbappe mengakui performa timnya yang jauh dari harapan. “Kami tidak memainkan pertandingan seperti yang kami inginkan, baik secara teknis maupun taktis. Ketika Anda tidak melakukan apa yang seharusnya di semifinal Piala Dunia, Anda tidak akan menang,” tegas dia.
Deschamps sebenarnya sudah mencoba mengubah arah permainan lewat pergantian pemain dengan memasukkan Desire Doue dan Rayan Cherki untuk membalikkan keadaan. Tapi upaya itu tidak berhasil mengubah hasil akhir pertandingan.
“Karena mereka lebih baik dari kita dalam mengendalikan permainan. Kita tidak berhasil melakukannya. Permainan teknis kita terlalu ceroboh. Kita gagal memberikan ancaman saat ada kesempatan,” kata Mbappe.
Menurut Mbappe, Spanyol mampu menjalankan rencana permainan dengan disiplin, terutama dalam penguasaan bola. Sebaliknya, Prancis gagal mengeksekusi strategi pressing tinggi yang dirancang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Prediksi Skor Udinese vs Venezia di Coppa Italia: Sang Zebra Kecil Berpeluang Menang di Friuli!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Kasus Penipuan Rp 3,5 Miliar Dihentikan Usai Ruben Onsu Berdamai dengan Pelapor
Profil Matheus Lagoa! Legenda dan Kapten Anapolis, Puzzle Terakhir Persebaya Surabaya
Prediksi Skor West Ham vs Wolverhampton, Kemenangan Perdana atau Lanjutkan Tren Positif
Obligasi Danantara: Dana Murah Pembangunan yang Rentan TPPU?
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
