
Selebrasi kapten Inggris, Harry Kane, usai merobek gawang RD Kongo di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Inggris dan Argentina kembali bertemu di semifinal Piala Dunia 2026. Rivalitas Perang Malvinas hingga mimpi La Cuarta Estrella jadi sorotan. (Dok. England FA)
JawaPos.com - Pelatih Argentina Lionel Scaloni boleh saja berusaha meredam tensi panas duel menghadapi Inggris pada semifinal Piala Dunia 2026 di Mercedes-Benz Stadium, Atlanta, Amerika Serikat, Rabu (15/7) pukul 02.00 WIB. Namun, atmosfer yang mengiringi laga berkata lain.
"Ini hanyalah laga sepak bola, titik. Jangan mencari hal-hal yang lain," ujar Scaloni, seperti dikutip BBC seusai tim asuhannya menundukkan Swiss pada perempat final, Minggu (12/7) dini hari WIB.
Namun, video yang beredar di berbagai platform media sosial memperlihatkan para pemain dan suporter Argentina meneriakkan chant La Cuarta Estrella (Bintang Keempat), baik di tribun maupun di ruang ganti.
Por Malvinas, por El Diego (Untuk Malvinas, untuk Diego)
Por la última de Leo (Untuk Leo untuk terakhir kalinya)
Argentina quiero verte bicampeón (Argentina, aku ingin melihatmu menjadi juara bertahan)
Chant tersebut sudah cukup menggambarkan bahwa duel melawan Inggris bukan sekadar pertandingan biasa. Rivalitas kedua negara dipenuhi berbagai cerita sejarah, mulai Perang Malvinas, gol "Tangan Tuhan" Diego Maradona, hingga sejumlah insiden panas dalam berbagai pertemuan.
Perang Malvinas atau Falklands terjadi pada April-Juni 1982. Argentina kalah dalam konflik tersebut, tetapi hingga kini masih berupaya memperjuangkan kembali kepemilikan kepulauan itu melalui jalur diplomasi. Isu tersebut bahkan kembali disinggung oleh Menteri Luar Negeri Argentina Pablo Quirno.
Sepak bola memang dibawa ke Argentina oleh orang-orang Inggris dan Skotlandia yang bekerja di jalur kereta api pada abad ke-19. Namun, masyarakat Argentina kemudian mengembangkan gaya bermain khas potrero, yakni sepak bola jalanan yang menonjolkan kreativitas, kecerdikan, dan improvisasi.
Melalui filosofi tersebut, Argentina telah tiga kali menjadi juara dunia, sedangkan Inggris baru sekali. Kini, La Albiceleste kembali memiliki peluang untuk mendekat menuju La Cuarta Estrella atau gelar Piala Dunia keempat.
"Tim ini tidak pernah berhenti bermimpi. Percayalah," kata kapten Argentina Lionel Messi, seperti dikutip Diario AS.
Di sisi lain, Inggris tentu memiliki ambisi yang sama. Setelah penantian panjang, kemenangan dramatis atas Meksiko dan Norwegia menjadi bukti ketangguhan tim asuhan Thomas Tuchel.
Sesuai lagu Wonderwall milik Oasis yang kerap dinyanyikan para pendukung Inggris seusai pertandingan, Tuchel percaya timnya memiliki mental pantang menyerah.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Persela Lamongan vs Deltras: Duel Sengit Dua Tim Teratas Grup B Championship
Prediksi Skor PSS Sleman vs PSM Makassar: Super Elang Jawa Berambisi Raih Kemenangan Pertama
Prediksi Skor Arema FC vs Bhayangkara FC: Berpeluang Imbang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Feyenoord vs AZ Alkmaar: Sama-Sama Produktif, Laga Berpotensi Imbang
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Surabaya Panas! Keringat Penjahit, Kipas Angin Laris, dan Tagihan Listrik Bengkak
Prediksi Skor Barcelona vs Getafe di Liga Spanyol: Blaugrana Pesta Gol di Camp Nou
Prediksi Susunan Pemain Como vs AS Roma: Fabregas Siapkan Taktik Subbuteo
Prediksi Skor Racing Santander vs Valencia: Los Che Terdesak, Hasil Imbang Jadi Skenario Realistis
Prediksi Skor Rayo Vallecano vs Athletic Bilbao di Liga Spanyol: Emil Audero Incar Poin di Kandang

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022