
Sejumlah keputusan VAR di Piala Dunia 2026 memicu kontroversi besar, termasuk gol yang dianulir, penalti yang ditolak, hingga Lionel Messi yang lolos dari kartu merah. (Instagram @afaseleccion)
JawaPos.com - Penggunaan Video Assistant Referee (VAR) di Piala Dunia 2026 kembali memicu kontroversi meski teknologi dan kewenangannya semakin diperluas FIFA. Piala Dunia 2026 menjadi edisi ketiga yang menggunakan VAR setelah diperkenalkan pada 2018.
Sejumlah keputusan penting, mulai dari gol yang dianulir, penalti yang tidak diberikan, hingga Lionel Messi yang lolos dari kartu merah, memicu perdebatan besar di kalangan pemain, pelatih, pengamat, dan suporter sepanjang turnamen.
Kali ini FIFA juga memperluas fungsi teknologi tersebut, termasuk memperbaiki kesalahan identitas saat pemberian kartu kuning demi meningkatkan akurasi keputusan wasit. Namun, perkembangan teknologi ternyata belum mampu menghilangkan polemik.
Baca Juga:Jelang Semifinal Piala Dunia 2026, Chant Ribuan Fans Argentina untuk Timnas Inggris Jadi Sorotan
Beberapa keputusan memang sesuai regulasi Laws of the Game, tetapi sejumlah insiden tetap menyisakan perdebatan karena dianggap merugikan salah satu tim.
Kontroversi pertama terjadi pada fase grup saat Argentina menghadapi Mesir. Tim Afrika sempat unggul dua gol, tetapi gol kedua yang dicetak Mostafa Zico akhirnya dianulir setelah pemeriksaan VAR.
Wasit menilai terdapat pelanggaran terhadap Lisandro Martinez dalam proses serangan sebelum bola masuk ke gawang. Meski pelanggaran itu terjadi cukup jauh dari momen gol, VAR tetap menelusuri fase serangan dan merekomendasikan pembatalan gol.
Keputusan tersebut memicu protes keras dari kubu Mesir. Mereka menilai pemeriksaan VAR terlalu jauh meninjau rangkaian permainan, sementara pada momen lain justru mengabaikan dugaan pelanggaran yang seharusnya menghasilkan penalti bagi Mesir.
Federasi Mesir kemudian mengajukan protes resmi kepada FIFA. Pelatih Hossam Hassan juga mengkritik kepemimpinan wasit yang dinilai lebih banyak menguntungkan Argentina sepanjang pertandingan tersebut.
Kontroversi berikutnya terjadi saat Jerman menghadapi Paraguay. Jonathan Tah sempat mencetak gol melalui sundulan yang membuat Jerman mengira berhasil unggul 2-1.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
