Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 14 Juli 2026 | 01.20 WIB

Arena Independen atau Papan Catur Kekuasaan? Ketika Gianni Infantino 'Memakan' Gambit Donald Trump di Piala Dunia 2026

Gianni Infantino akan serahkan trofi Piala Dunia 2026 bersama Donald Trump. (@gianni_infantino/Instagram) - Image

Gianni Infantino akan serahkan trofi Piala Dunia 2026 bersama Donald Trump. (@gianni_infantino/Instagram)

JawaPos.com - Dalam permainan catur, gambit bukan sekadar strategi mengorbankan sebuah pion, tapi adalah sebuah jebakan: seorang pecatur dengan sengaja menyerahkan materi kecil demi memperoleh posisi yang lebih menguntungkan di langkah selanjutnya.

Gambit yang berasal dari bahasa Italia, gambetto (menjebak) menjadi istilah popular sebagai taktik untuk seorang pemain yang sengaja mengorbankan materi (pion atau bidak lainnya) demi memperoleh keuntungan.

Tujuan taktik gambit dalam permainan papan ini untuk menguasai pusat permainan, membuka jalur serangan, atau juga mempercepat perkembangan bidak-bidak penting untuk bisa memperoleh ruang.

Namun, gambit tidak lagi hanya hidup di atas papan catur. Dalam skala politik, gambit berubah menjadi metafora tentang sebuah langkah berisiko yang tampak seperti pengorbanan, tetapi sebenarnya dirancang untuk menciptakan keuntungan yang lebih besar, baik berupa posisi tawar, dukungan publik, maupun dominasi strategis.

Nampaknya itu yang kurang disadari oleh Presiden FIFA Gianni Infantino yang kini dihadapkan dalam papan catur politik Piala Dunia 2026.

Permainan gambit ini dimulai oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Mulanya penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, mendapatkan kartu merah langsung setelah tekel kerasnya ke pemain Bosnia dan Herzegovina, Tarik Muharemovic, pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 yang berlangsung pada Kamis (2/7).

Balogun, yang merupakan pencetak gol terbanyak AS di turnamen ini dengan tiga gol, dipastikan absen karena hukuman larangan bermain atas kartu merahnya kala AS bersua Belgia pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 pada Selasa (7/7).

Trump kemudian mengambil inisiatif dengan membuka pembicaraan bersama Presiden FIFA, Gianni Infantino. Usai diskusi tertutup tersebut, FIFA akhirnya merilis pernyataan resmi pada 6 Juli yang menyatakan bahwa Balogun tidak akan menerima sanksi kartu merah.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore