Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 9 Juli 2026 | 10.53 WIB

Thierry Henry dan Alexi Lalas Berdebat Soal Kartu Merah Folarin Balogun yang Dianulir FIFA

Alexi Lalas dan Thierry Henry terlibat perdebatan sengit terkait keputusan FIFA yang membatalkan hukuman kartu merah Folarin Balogun. (ig @alexi_lalas) - Image

Alexi Lalas dan Thierry Henry terlibat perdebatan sengit terkait keputusan FIFA yang membatalkan hukuman kartu merah Folarin Balogun. (ig @alexi_lalas)

JawaPos.com - Kontroversi kembali mewarnai Piala Dunia 2026. Kali ini, sorotan tertuju pada keputusan FIFA yang menangguhkan hukuman kartu merah striker timnas Amerika Serikat Folarin Balogun, sehingga tetap bisa tampil di babak 16 besar melawan Belgia.

Keputusan tersebut memicu perdebatan panas, termasuk di studio FOX Sports. Dua mantan pemain ternama Thierry Henry dan Alexi Lalas terlibat adu argumen mengenai apakah FIFA telah mengambil keputusan yang tepat.

Folarin Balogun sebelumnya menerima kartu merah langsung pada menit ke-64 saat Amerika Serikat mengalahkan Bosnia dan Herzegovina 2-0 di babak 32 besar. Pelanggaran terhadap bek Tarik Muharemovic semula membuatnya dipastikan absen pada laga berikutnya.

Namun, beberapa hari kemudian FIFA mengumumkan bahwa hukuman larangan satu pertandingan terhadap Balogun ditangguhkan selama satu tahun. Komite Disiplin FIFA menyatakan keputusan itu mengacu pada Pasal 27 dalam Kode Disiplin FIFA. 

Langkah tersebut langsung memancing kritik luas, terutama karena muncul laporan bahwa Presiden Amerika Serikat Donald Trump ikut melakukan intervensi. Melansir Sport Bible, Henry menjadi salah satu sosok yang paling vokal mengkritik keputusan tersebut. Meski dia mengaku tidak menganggap tekel Balogun layak diganjar kartu merah, legenda Prancis itu menilai cara FIFA membatalkan hukuman tersebut tetap tidak bisa dibenarkan.

"Apa yang saya katakan, saya rasa orang-orang tidak mengerti, ketika saya menyebutkan Pasal 27, itu adalah sindiran. Saya pikir orang-orang akan mengerti itu, tetapi mereka tidak mengerti," ujar Henry.

"Saya setuju bahwa itu bukan kartu merah, karena jika saya seorang pemain, saya tidak akan menerimanya. Saya tidak setuju dengan cara mereka membatalkan kartu merah itu. Apa yang dilakukan FIFA itu tidak benar. Seharusnya itu diputuskan di lapangan, bukan setelah tiga atau empat hari. Saya sama sekali tidak setuju dengan itu," lanjut dia.

Pernyataan Henry langsung ditanggapi Alexi Lalas yang mempertanyakan alasan di balik kritik tersebut.

"Mengapa itu tidak benar?" tanya Lalas.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore