
Granit Xhaka saat menghadapi Bosnia dan Herzegovina. (Dok. IG/@swissnatimen)
JawaPos.com - Granit Xhaka berikan alasan dirinya menjadi penendang pertama saat tim nasional Swiss menang adu penalti melawan Kolombia di 16 besar Piala Dunia 2026. Laga yang berakhir dengan skor 0-0 (adu penalti 4-3) tersebut dimainkan di BC Place, Rabu (8/7).
Saat memasuki adu penalti, Granit Xhaka sebenarnya menjadi penendang ketiga. Namun, dia memutuskan menjadi yang pertama karena tanggung jawabnya sebagai seorang kapten.
Baca Juga:Jhon Arias Bongkar Penyebab Kekalahan Timnas Kolombia Lawan Swiss di 16 Besar Piala Dunia 2026
"Sebenarnya saya seharusnya menjadi penendang penalti ketiga. Kemudian saya memberi tahu pelatih bahwa saya ingin menjadi yang pertama dan bertanggung jawab, seperti yang seharusnya dilakukan seorang kapten. Tapi saya kesampingkan itu untuk saat ini," kata Granit Xhaka yang dikutip dari Blick, Rabu (8/7).
Kemenangan melawan Kolombia menjadi bukti bahwa timnas Swiss memiliki mental pemenang. Xhaka juga bangga bahwa mereka bisa mencatatkan sejarah lolos ke perempat final Piala Dunia setelah 72 tahun.
"Saya sangat bangga dengan tim. Itu adalah penampilan luar biasa dari ketangguhan mental – tekad yang menang. Kami telah membuat sejarah – ini perasaan yang luar biasa. Rasa lega membuat kami sangat bangga. Kami telah lama menunggu untuk menulis kisah seperti ini. Sekarang perjalanan berlanjut, dan kami senang masih berada di sini. Saya pikir ini adalah pencapaian puncak dari generasi saat ini," ujar Xhaka.
Baca Juga:Preview Swiss vs Argentina di Piala Dunia 2026: Manuel Akanji Tak Gentar Hadapi Lionel Messi cs
"Mudah-mudahan, akan ada lagi; ini adalah generasi yang istimewa. Kami para pemain berpengalaman didorong oleh para pemain muda dan harus menjadi panutan dan meneruskan mentalitas bahwa bahkan sebagai negara kecil, banyak hal yang mungkin terjadi," imbuh gelandang 33 tahun tersebut.
Di perempat final, timnas Swiss akan menghadapi Argentina. Bagi Xhaka, timnya sangat siap untuk laga tersebut dan bertemu dengan para pemain-pemain hebat.
"Itu adalah hadiah yang luar biasa. Tujuan pertama telah tercapai, tetapi ketika Anda berada di perempat final, rasa lapar akan kemenangan bahkan lebih besar dari sebelumnya. Sekarang datang tantangan besar dengan salah satu pemain terhebat. Kami menikmati permainan ini dan kami akan siap," pungkas Granit Xhaka.
Pada laga melawan Kolombia, Xhaka menjadi gelandang yang sukses melepaskan tujuh dari delapan umpan panjang akurat. Melansir Fotmob, pemain Sunderland tersebut juga bertahan dengan baik dan mencatatkan empat sapuan.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
