
Caption: Striker Amerika Serikat, Falorin Balogun mendapat penangguhan hukuman dari FIFA dan membuat pelatih Belgia Rudi Garcia sebut seperti April Mop (instagram.com/@balogun)
JawaPos.com - Puluhan anggota parlemen Eropa secara resmi mendorong dibukanya penyelidikan terhadap Presiden FIFA Gianni Infantino. Inisiatif itu berkaitan dengan dugaan keterlibatan Infantino dalam keputusan kontroversial yang mengizinkan penyerang Timnas Amerika Serikat, Folarin Balogun, tetap bermain meski telah menerima kartu merah.
Balogun mendapat kartu merah saat Amerika Serikat meraih kemenangan atas Bosnia dan Herzegovina dalam laga Piala Dunia 2026 pada 2 Juli. Berdasarkan aturan yang berlaku, hukuman itu semestinya membuat Balogun absen pada pertandingan berikutnya. Namun, FIFA secara mengejutkan mencabut sanksi yang dijatuhkan sehingga Balogun dapat tampil kembali saat pertandingan melawan Belgia pada Selasa (7/7).
Keputusan itu memunculkan kritik keras dari sejumlah legislator Uni Eropa. Dalam pernyataan bersama, anggota Parlemen Eropa Barry Andrews, Lara Wolters, dan Niels Fuglsang menilai langkah FIFA sebagai tindakan yang mencederai prinsip keadilan dalam olahraga.
Baca Juga:Kredibilitas Piala Dunia 2026 Tercoreng! UEFA Kritik FIFA usai Cabut Hukuman Folarin Balogun
“Mengubah aturan terkait sanksi kartu merah di tengah turnamen merupakan sebuah aib dan bentuk penyimpangan terhadap keadilan,” tulis pernyataan itu dikutip dari AP. Para legislator juga menuding bahwa keputusan itu tidak lepas dari campur tangan politik, khususnya setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut melakukan intervensi langsung kepada Infantino.
Para legislator menilai peristiwa ini sebagai bukti bahwa FIFA kembali tunduk pada tekanan politik. “Sekali lagi, kita melihat Infantino dan FIFA menyerah pada tuntutan pemerintahan Trump,” lanjut pernyataan itu.
Sebagai tindak lanjut, para anggota parlemen Eropa meminta asosiasi sepak bola nasional di negara-negara Uni Eropa untuk mendorong Komite Etik FIFA agar menyelidiki Infantino. Penyelidikan itu diharapkan dapat mengungkap apakah tekanan dari pemerintah Amerika Serikat sebenarnya memengaruhi keputusan pencabutan sanksi, serta menelusuri kemungkinan pelanggaran lain terkait netralitas politik, termasuk pemberian FIFA Peace Prize kepada Trump.
“Kami merasa sudah saatnya asosiasi sepak bola Eropa yang semuanya merupakan anggota FIFA, turun tangan dan meminta FIFA menyelidiki proses pengambilan keputusan terkait kasus Balogun tersebut,” tulis pernyataan itu.
Sementara itu, FIFA sebelumnya telah menyatakan bahwa keputusan pencabutan sanksi terhadap Balogun merupakan hasil keputusan komite disiplin, bukan intervensi individu.
Hingga saat ini, sedikitnya 35 anggota parlemen Eropa telah menandatangani surat dukungan untuk penyelidikan tersebut. Mereka menegaskan bahwa esensi olahraga terletak pada aturan yang adil, transparan, dan tidak memihak. “Keindahan olahraga terletak pada aturan yang tidak memihak dan transparan. Ketika tekanan politik menentukan siapa yang boleh bermain, maka rasa keadilan itu hilang,” tegas para legislator.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
