
Pemain belakang Tim Nasional Swiss, Manuel Akanji, memberikan keterangan kepada media dalam sesi konferensi pers resmi FIFA World Cup 2026 yang berlangsung di Stadion BC Place, Vancouver, Kanada (7/7/2026). ANTARA/Arif Prada
JawaPos.com - Bek Tim Nasional Swiss Manuel Akanji menegaskan timnya siap menghadapi juara bertahan Argentina pada babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah melewati laga dramatis melawan Kolombia, dikutip dari ANTARA.
“Bermain melawan juara bertahan Argentina, saya pikir tidak ada tantangan yang lebih besar. Setiap babak berikutnya semakin sulit, tetapi saya pikir kami siap menghadapi tantangan itu,” kata Akanji seusai pertandingan.
Swiss memastikan tiket ke delapan besar setelah mengalahkan Kolombia melalui drama adu penalti pada babak 16 besar. Pertandingan berlangsung ketat hingga 120 menit tanpa gol, sebelum Swiss keluar sebagai pemenang dalam adu tos-tosan.
Akanji menjadi salah satu pemain yang mengalami tekanan besar setelah gagal mengeksekusi penalti untuk Swiss. Ia mengaku keputusan yang berubah sesaat sebelum tendangan menjadi penyebab kegagalannya.
“Saya mengubah keputusan di detik terakhir. Saya sebenarnya ingin menendang ke kiri atas. Saya sudah membayangkan bola itu masuk beberapa kali, tetapi seperti yang Anda tahu, hal seperti itu tidak berjalan dengan baik,” ujar Akanji.
Pemain Inter Milan itu mengakui situasi tersebut menjadi salah satu momen tersulit baginya. Namun, ia memilih memberikan apresiasi kepada rekan-rekannya yang tetap tampil tenang dan berhasil menyelesaikan tugas dari titik putih.
“Itu adalah penalti yang sulit bagi saya. Saya memberikan pujian kepada pemain lainnya karena mereka mampu melakukan tugas mereka dengan sangat baik,” katanya.
Menurut Akanji, adu penalti bukan hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga kekuatan mental pemain. Ia menyebut Swiss sudah mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan pertandingan ditentukan lewat penalti.
“Kami melihat beberapa video tentang penalti. Adu penalti sangat berkaitan dengan mental. Saya pikir semua pemain di tim kami mampu mengambil penalti,” ujar Akanji.
Ia juga menilai pengalaman menghadapi tekanan selama pertandingan menjadi faktor penting. Bermain selama 120 menit dengan atmosfer stadion yang didominasi pendukung Kolombia membuat tantangan semakin besar bagi Swiss.
“Banyak suporter Kolombia berada di stadion. Itu bukan situasi yang mudah. Berbeda rasanya ketika Anda berdiri di titik penalti setelah bermain selama 120 menit,” tutur Akanji.
Meski begitu, Akanji menyebut pengalaman Swiss bermain di stadion tersebut dalam pertandingan sebelumnya memberikan keuntungan tersendiri. Tim asuhan Murat Yakin sudah terbiasa dengan atmosfer besar yang tercipta selama Piala Dunia 2026.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Hasil Norwegia vs Inggris 1-2 di Piala Dunia 2026: Brace Jude Bellingham Bawa The Three Lions ke Semifinal
Prediksi Argentina vs Inggris di Piala Dunia: Messi Ungkap Jalan Terjal ke Semifinal, Singgung Duel Panas Lawan Three Lions pada 1986
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Beri Nafkah Kecil ke Fangfang, Vicky Prasetyo: Dari Awal Kamu Tahu Saya Punya Anak Banyak
Tragis! Gadis 13 Tahun di India Diperkosa 30 Pria Selama 5 Hari, Para Tersangka Diarak Warga
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
