Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 5 Juli 2026 | 00.46 WIB

Prediksi Kanada vs Maroko: Jersey Hitam Selalu Menang, Tuan Rumah Tanpa Beban di Piala Dunia 2026

Cyle Larin saat merayakan gol penyama kedudukan yang membawa Kanada bermain imbang 1-1 melawan Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026. Simak prediksi Kanada vs Maroko. (Dok. @canmnt) - Image

Cyle Larin saat merayakan gol penyama kedudukan yang membawa Kanada bermain imbang 1-1 melawan Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026. Simak prediksi Kanada vs Maroko. (Dok. @canmnt)

JawaPos.com - Empat tahun lalu Maroko menjalani Piala Dunia di Qatar dengan status kuda hitam. Tim berjuluk Singa Atlas itu kemudian tampil mengejutkan dengan menjadi negara Afrika pertama yang mampu menembus semifinal Piala Dunia.

Kini situasinya berbalik. Menjelang duel menghadapi Kanada pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 di NRG Stadium, Houston, Minggu (5/7) (siaran langsung TVRI pukul 00.00 WIB), justru Achraf Hakimi dkk yang memikul ekspektasi besar sebagai salah satu tim unggulan.

Status itu muncul bukan tanpa alasan. Selain karena rekam jejak sebagai semifinalis Piala Dunia 2022, Maroko kini menempati peringkat keenam dunia FIFA. Di Piala Dunia 2026, mereka juga menunjukkan konsistensi dengan menahan Brasil 1-1 pada fase grup sebelum menyingkirkan Belanda lewat adu penalti di babak 32 besar.

Pelatih Mohamed Ouahbi menilai, kemenangan atas Belanda membuat timnya semakin dihormati. “Maroko kini telah mendapatkan respek dari semua orang. Bukan karena kami mengatakannya, tetapi karena kami sudah membuktikannya,” ujar Ouahbi dikutip dari Reuters.

Diaspora Dukung Singa Atlas

Namun, keberhasilan menyingkirkan Belanda justru membuat ekspektasi terhadap Maroko semakin besar. Singa Atlas diharapkan mengalahkan Kanada di babak 16 besar, serta menang di babak 8 Besar untuk menyamai prestasi empat tahun lalu, sekaligus membuktikan jika capaian di Qatar bukanlah kebetulan.

Untungnya, Maroko kemungkinan bakal mendapat dukungan besar di tribun. Sebab, Kanada, yang berstatus tuan rumah, justru harus bermain di Houston, AS. Sementara, komunitas diaspora Maroko di Houston diketahui cukup besar.

Selain itu, dukungan juga datang dari maskapai asal Maroko, Royal Air Maroc yang mengoperasikan 12 penerbangan khusus untuk membawa lebih dari 3.000 suporter. Ouahbi mengakui dukungan jutaan warga Maroko menjadi sumber energi tambahan bagi timnya.

“Pemain tahu ada jutaan orang di belakang mereka. Kami bermain ketika waktu menunjukkan pukul dua dini hari di Maroko dan kami yakin sebagian besar dari mereka tetap terjaga. Itulah yang memberi energi untuk terus berjuang dan tidak pernah menyerah.”

Pemain timnas Kanada Stephen Eustaquio berselebrasi setelah mencetak gol ke gawang Afrika Selatan saat laga babak 32 besar Piala Dunia 2026 di stadion Los Angeles, Amerika Serikat. (X/FIFAWorldCup)

Kanada Tanpa Beban

Di sisi lain, Kanada berpotensi tampil tanpa beban. Mereka baru saja mencatat sejarah dengan meraih kemenangan pertama di fase gugur melawan Afrika Selatan. Artinya, target awal mereka telah terlampaui.

Selanjutnya, menghadapi Maroko, Les Rouges -julukan Kanada- memilih memposisikan diri sebagai underdog. Tapi, status itulah yang bisa jadi keunggulan timnya.

Editor: Hendra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore