
Gabriel Martinelli merayakan gol kemenangan Brasil atas Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah masuk sebagai pemain pengganti. (Instagram @gabriel.martinelli)
JawaPos.com - Gabriel Martinelli menjadi pahlawan Timnas Brasil saat menaklukkan Jepang 2-1 pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 setelah mencetak gol kemenangan sebagai pemain pengganti. Penyerang Arsenal itu membuktikan perjalanan panjangnya sejak bermain futsal bersama akademi Corinthians membentuk karakter yang kini membuatnya menjadi salah satu senjata andalan Carlo Ancelotti.
Momen penting itu hadir pada menit ke-65 ketika pelatih timnas Brasil Carlo Ancelotti menarik keluar Matheus Cunha dan memasukkan Gabriel Martinelli. Saat skor masih imbang 1-1, keputusan itu mengubah jalannya pertandingan babak gugur piala dunia.
Gabriel Martinelli mencetak gol kemenangan yang memastikan timnas Brasil menang 2-1 atas Jepang sekaligus mengamankan tiket menuju babak 16 besar Piala Dunia 2026. Brasil kini bersiap menghadapi Norwegia pada pertandingan berikutnya.
Peran sebagai supersub sebenarnya bukan hal baru bagi Martinelli. Sepanjang musim 2025/2026 bersama Arsenal, pemain berusia 25 tahun itu tampil dalam 53 pertandingan dengan 25 kali menjadi starter, membantu The Gunners menjuarai Premier League sekaligus mencapai final Liga Champions.
Ancelotti pun memuji dampak besar yang diberikan pemainnya tersebut. "Dia bermain dengan intensitas luar biasa. Dia benar-benar membantu tim lewat golnya, dan dengan kehadirannya di lapangan, Vinicius Jr mendapat jauh lebih banyak ruang sehingga menjadi ancaman terus-menerus," ujar pelatih asal Italia itu.
Jauh sebelum menjadi bintang di sepak bola Eropa, Martinelli mengawali perjalanan bersama tim futsal usia muda Corinthians. Dia bergabung saat baru berusia enam tahun dan bertahan hingga menginjak usia 13 atau 14 tahun sebelum sepenuhnya berpindah ke lapangan sepak bola.
Daniel Magalhaes, pelatih Martinelli di akademi futsal Corinthians, masih mengingat karakter kompetitif anak didiknya tersebut. Salah satu momen paling berkesan terjadi ketika Martinelli sudah mencetak dua gol, tetapi tetap marah karena ditarik keluar saat timnya unggul sekitar 4-1 atas Juventus da Mooca.
"Kami sudah unggul sekitar 4-1 dan saya menariknya keluar menjelang akhir pertandingan. Dia sangat marah. Saya bilang kepadanya, Tugasmu sudah selesai, sekarang beri kesempatan kepada pemain lain. Dia benar-benar tidak bisa menerimanya. Saya sampai harus mengajaknya berbicara pada pekan berikutnya. Dia sangat benci ditarik keluar," kenang Magalhaes sambil tertawa.
Menurut Magalhaes, Martinelli selalu menjadi pencetak gol terbanyak di setiap kelompok umur selama membela Corinthians. Kecepatan luar biasa yang dimilikinya bahkan sudah sangat menonjol meski bermain di lapangan futsal yang sempit.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
