
Pemain timnas Australia Alessandro Circati. (Alessandro Circati)
JawaPos.com - Alessandro Circati sudah siap menghadapi Mesir yang agresif saat melawan tim nasional Australia. Laga 32 besar Piala Dunia 2026 tersebut dimainkan di AT&T Stadium, Sabtu (4/7) pukul 01.00 WIB.
Pemain yang berposisi sebagai bek tengah tersebut mengetahui bahwa pemain Mesir memiliki keunggulan dalam kualitas individu. Sementara timnas Australia berusaha mengatasi kekuatan lawan dan mengakhiri pertandingan dengan kemenangan.
"Saya rasa mereka akan cukup agresif, menggunakan kemampuan individu yang mereka miliki, dan mencoba mengeksploitasinya. Kita tahu tipe pemain seperti apa yang mereka miliki, dan mungkin bisa menciptakan permainan melalui mereka. Kita harus mencoba menghentikan itu, dan benar-benar memanfaatkan peluang kita, mengeksploitasi kelemahan mereka, dan mencoba mengakhiri pertandingan dengan kemenangan," kata Alessandro Circati yang dikutip dari laman Socceroos, Jumat (4/7).
Pertahanan yang kuat menjadi andalan timnas Australia yang sudah melakukan dua clean sheet saat melawan Turki dan Paraguay. Circati merasa bahwa hal tersebut diwaspadai oleh Mesir.
"Mengenai dua kali clean sheet, itu adalah kepuasan yang besar. Tidak mudah untuk melakukan itu. Kami juga berada di grup yang sangat sulit, dan kami menunjukkan betapa solidnya pertahanan kami sebagai sebuah tim, baik pemain di lapangan maupun di luar lapangan, karena mereka yang mungkin tidak bermain pun sangat membantu kami dalam latihan. Ini sangat positif, memberi kami kepercayaan diri," ujar Circati.
"Saya yakin Mesir melihat itu dan berpikir, ini tidak akan mudah, mereka tidak akan mendapatkan banyak peluang, dan peluang yang mereka dapatkan, mereka benar-benar harus memanfaatkannya. Kita harus membatasi itu untuk mereka," imbuh bek berusia 22 tahun itu.
Timnas Australia sudah melakukan latihan jika laga harus diakhiri dengan adu penalti. Circati memastikan ada beberapa pemain starter yang tidak akan menjadi penendang penalti dan menuntut kepercayaan diri rekan setimnya.
"Kemarin kami mulai berlatih adu penalti, melakukannya dalam situasi nyata - menyiapkan dua tim, dan melakukan tendangan penalti dengan benar. Semua itu membutuhkan latihan, dan pada hari pertandingan, setelah 120 menit, banyak perubahan terjadi di lapangan. Para pemain yang memulai pertandingan, kemungkinan besar mereka tidak akan berada di lapangan hingga akhir. Jadi, jika sampai pada tahap itu, maka staf pelatih harus memutuskan [siapa yang akan mengambil tendangan penalti] bersama dengan pemain yang tersisa di lapangan," jelas bek Parma tersebut.
"Bersikap positif [itu penting], memiliki kepercayaan diri, dan tidak membiarkan laut, tidak membiarkannya memengaruhi kita. Jika Anda telah berlatih dengan satu cara, lanjutkan dengan cara itu. Percayai diri Anda, dan hadapi dengan keyakinan penuh," tandas Circati.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Swiss vs Aljazair di Piala Dunia 2026: Granit Xhaka Cs Siap Libas El Khadra Demi Tiket 16 Besar
Prediksi Skor Spanyol vs Austria di Piala Dunia 2026: Lamine Yamal Jadi Pembeda
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di 32 Besar Piala Dunia 2026: Joao Felix Pede Singkirkan Skuad Vatreni!
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Spanyol vs Austria: Bursa Taruhan Jagokan La Roja, Opta Klaim Peluang Menang 70,6 Persen
Kemenhub Ungkap Kronologi Putus Kontak Pesawat PK-RCY di Balinggama Papua, Pilot Dilaporkan Meninggal Dunia
Prediksi Skor Portugal vs Kroasia di Piala Dunia 2026: Misi Berat Cristiano Ronaldo Cs Lolos ke 16 Besar
