
Selebrasi pemain Swiss. (Dok. Swiss FA)
JawaPos.com – Swiss lebih dijagokan saat menghadapi Aljazair pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. Selain unggul di bursa taruhan internasional, La Nati juga datang dengan modal tak terkalahkan di fase grup. Namun, Aljazair memiliki sosok Vladimir Petkovic yang sangat mengenal karakter para pemain Swiss.
Laga ini menjadi spesial karena Petkovic pernah menangani Swiss selama tujuh tahun, tepatnya pada 2014-2021. Pelatih asal Bosnia itu merupakan sosok yang membangun fondasi skuad La Nati saat ini. Sejumlah pemain seperti Granit Xhaka, Breel Embolo, hingga Manuel Akanji merupakan bagian dari tim yang pernah diasuhnya.
Meski memiliki kedekatan emosional dengan Swiss, Petkovic menegaskan tidak akan membawa perasaan pribadi ke lapangan.
"Dunia sepak bola sekarang sudah sangat terbuka. Semua orang saling mengenal. Saya mengenal para pemain Swiss, tetapi mereka juga mengenal saya. Tidak ada rahasia lagi," ujar Petkovic kepada Reuters dikutip kantor berita Antara.
Petkovic mengakui akan menjadi momen yang menyenangkan bertemu mantan anak asuhnya. Namun setelah peluit pertama dibunyikan, fokusnya hanya satu, yakni membawa Aljazair mencetak sejarah.
"Akan menyenangkan bertemu mereka. Tetapi setelah itu, para pemain akan masuk ke lapangan dan pertandingan dimulai," katanya.
Di kubu Swiss, Murat Yakin menolak timnya disebut favorit. Menurutnya, fase gugur selalu menghadirkan pertandingan yang seimbang.
"Saya tidak melihat kami sebagai favorit. Ini pertandingan knockout dan semuanya bisa terjadi. Aljazair adalah tim yang kuat secara teknik dan bermain dengan intensitas tinggi," kata Yakin kepada Reuters.
Breel Embolo juga memberikan penghormatan kepada Petkovic. Penyerang Swiss itu mengakui pelatih Aljazair memiliki peran besar dalam perkembangan generasi emas Swiss saat ini.
"Dia banyak membantu perkembangan sepak bola Swiss. Tetapi sekarang kami sama-sama ingin membuat sejarah untuk negara masing-masing," ujar Embolo.
Mayoritas rumah taruhan internasional menempatkan Swiss sebagai favorit untuk lolos ke babak 16 besar.
Covers memasang Swiss sebagai favorit tipis dengan odds sekitar -103, sedangkan Aljazair berstatus underdog. Analis Covers menilai organisasi permainan dan pengalaman Swiss di turnamen besar menjadi pembeda utama.
Yahoo Sports juga menjadikan Swiss sebagai pilihan utama. Dalam ulasannya, Swiss dinilai memiliki keseimbangan permainan yang lebih baik setelah menjuarai Grup B tanpa terkalahkan.
TalkSPORT memprediksi Swiss menang 2-1. Media Inggris itu menyoroti produktivitas Swiss yang mencetak tujuh gol pada fase grup, sementara Aljazair belum sekali pun mencatat clean sheet di turnamen ini.

Prediksi Skor Kolombia vs Ghana di Piala Dunia 2026: Misi Los Cafeteros Lolos 16 Besar, Siap Kirim Pulang Wakil Afrika
Prediksi Skor Australia vs Mesir di 32 Besar Piala Dunia 2026: The Pharaohs Menang Tipis Lewat Duel Sengit
Prediksi Skor Kanada vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Lebih Diunggulkan, Mampukah Les Rouges Balas Dendam?
Prediksi Skor Paraguay vs Prancis di 16 Besar Piala Dunia 2026: Ujian Konsistensi si Biru
Penjelasan Gol Offside Kroasia ke Gawang Portugal! Keputusan Kontroversial di 32 Besar Piala Dunia 2026
Brasil vs Norwegia: Memori 1994 dan 1998, Misi Balas Dendam Generasi Emas Erling Haaland di Piala Dunia 2026
Kisah Renato Veiga, Bek Timnas Portugal yang Tumbuh di Maroko hingga Memilih Memeluk Agama Islam
Prediksi Skor Australia vs Mesir: Bursa Taruhan Unggulkan The Pharaohs, Opta Hanya Jagokan Socceroos 46 Persen
Prediksi Skor Argentina vs Tanjung Verde: Bursa Taruhan Jagokan Albiceleste, Opta Beri Peluang Menang Lebih dari 80 Persen
Prediksi Skor Australia vs Mesir di Piala Dunia 2026: Menanti Kejutan Satu-satunya Wakil Asia
