
Carlo Ancelotti tetap sertakan Neymar ke skuad Piala Dunia 2026. (@BrasilEdition/X)
JawaPos.com - Kemenangan dramatis timnas Brasil atas Jepang pada babak 32 besar Piala Dunia 2026 sisakan satu pertanyaan besar dari para suporter. Mengapa Neymar yang sudah terlihat melakukan pemanasan di pinggir lapangan justru tidak dimainkan hingga pertandingan berakhir?
Pertanyaan tersebut akhirnya dijawab pelatih timnas Brasil Carlo Ancelotti. Juru taktik asal Italia itu menegaskan bahwa keputusan tersebut bukan karena kondisi fisik Neymar, melainkan murni bagian dari strategi yang telah disiapkan sejak pertandingan berlangsung.
Timnas Brasil memastikan tiket ke babak 16 besar setelah menang tipis 2-1 atas Jepang dalam laga yang berlangsung di Houston. Selecao di bawah Carlo Ancelotti sempat dibuat kesulitan menghadapi permainan disiplin wakil Asia tersebut sebelum akhirnya membalikkan keadaan melalui gol Casemiro dan gol kemenangan Gabriel Martinelli pada masa injury time.
Di tengah pertandingan, ribuan suporter Brasil di stadion sempat berharap Neymar segera masuk ke lapangan. Penyerang berusia 34 tahun itu beberapa kali terlihat melakukan pemanasan, sehingga banyak yang mengira pergantian pemain tinggal menunggu waktu.
Namun hingga wasit meniup peluit panjang, Neymar tetap berada di bangku cadangan. Dalam konferensi pers usai pertandingan, Ancelotti mengungkapkan bahwa dirinya sebenarnya sudah memiliki rencana untuk memainkan mantan pemain Barcelona dan Paris Saint-Germain tersebut.
Menurut dia, Neymar dipersiapkan sebagai senjata tambahan apabila pertandingan harus berlanjut ke babak extra time. "Kami memang menunggu momen untuk memainkan Neymar jika pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Sebelumnya saya sudah berbicara dengannya dan rencananya dia akan masuk sekitar menit ke-60 hingga 65," ujar Ancelotti.
Baca Juga:Bukan Kebetulan, Ini Strategi Besar Maroko hingga Menjelma sebagai Kekuatan Baru Sepak Bola Dunia
Namun situasi pertandingan berubah setelah Casemiro berhasil mencetak gol penyeimbang pada menit ke-56. Gol tersebut membuat Brasil mulai mengendalikan jalannya laga. Melihat timnya tampil semakin nyaman, Ancelotti memilih tidak mengubah komposisi pemain.
Dia menilai keseimbangan permainan yang sudah terbentuk lebih penting dipertahankan dibanding melakukan pergantian yang berpotensi mengubah ritme tim.
Keputusan tersebut akhirnya terbukti tepat. Ketika pertandingan tampak akan memasuki babak tambahan waktu, Gabriel Martinelli muncul sebagai pembeda.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Tumbang, Andika Kangen Band Minta Doa untuk Kesembuhannya
Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Arsenal vs Dortmund di Emirates Cup 2026: Mikel Arteta Punya Misi Bangkit di Emirates
Siaran Tunda Moto3 Inggris 2026! Ini Jadwal dan Link Live Streaming Veda Ega Pratama di Silverstone
Juara Piala Presiden 2026! 3 Pemain Persebaya Jalani Pemulihan Jelang Super League 2026/2027
