Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 29 Juni 2026 | 07.12 WIB

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung Murka Usai Timnas Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengkritik keras pelatih Hong Myung-bo setelah tim nasional gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2026. (Instagram @2_jaemyung) - Image

Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung mengkritik keras pelatih Hong Myung-bo setelah tim nasional gagal lolos dari fase grup Piala Dunia 2026. (Instagram @2_jaemyung)

JawaPos.com - Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung meluapkan kemarahannya setelah tim nasional gagal lolos ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Kegagalan tersebut langsung memicu kritik keras terhadap pelatih Hong Myung-bo hingga perintah investigasi resmi kepada Kementerian Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata.

Korea Selatan secara mengejutkan tersingkir pada fase grup setelah menelan dua kekalahan beruntun dari Meksiko dan Afrika Selatan.

Hasil itu membuat Taegeuk Warriors hanya finis di peringkat ketiga Grup A dan gagal masuk delapan tim peringkat ketiga terbaik yang berhak melaju ke babak gugur.

Lee Jae Myung Soroti Penunjukan Hong Myung-bo

Lee Jae Myung mengaku sangat terkejut dengan hasil yang diraih tim nasional. Menurutnya, kegagalan Korea Selatan bukan sekadar persoalan teknis di lapangan, melainkan berakar dari kesalahan dalam menentukan sosok pemimpin.

"Saya bukan hanya terkejut dengan hasil yang tidak terduga ini, saya benar-benar bingung," tulis Lee melalui akun X miliknya pada Minggu (28/6/2026).

Ia kemudian mengaitkan kegagalan tersebut dengan dugaan praktik favoritisme dalam proses penunjukan pelatih. Lee menilai kompetensi telah dikalahkan oleh kepentingan kelompok.

"Sekali lagi terbukti bahwa keputusan mengenai personel adalah segalanya. Ketika 'kami versus mereka' lebih diutamakan daripada kompetensi, dan orang yang tidak kompeten dipilih menjadi pemimpin, hasilnya sudah sangat jelas," lanjutnya.

Tudingan Favoritisme Kembali Mencuat

Penunjukan kembali Hong Myung-bo sebagai pelatih tim nasional pada 2024 memang sejak awal menuai kontroversi. Sejumlah media Korea Selatan menuding proses pemilihannya tidak transparan dan sarat unsur favoritisme.

Meski Hong telah berulang kali membantah seluruh tuduhan tersebut, kritik terhadap federasi kembali menguat setelah Korea Selatan gagal memenuhi ekspektasi di Piala Dunia 2026.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore