
Pelatih Iran Amir Ghalenoei kembali sampaikan keluhan ke FIFA. (Frederic J. Brown/AFP via Getty Images).
JawaPos.com - Pelatih tim nasional Iran Amir Ghalenoei kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap perlakuan yang diterima timnya selama gelaran Piala Dunia 2026. Ghalenoei mengklaim bahwa dirinya diabaikan oleh para pelatih dari tim lain, sekaligus mengeluhkan kekacauan perjalanan yang dialami skuad Iran menjelang laga penting fase grup.
Iran tiba di Los Angeles pada Sabtu (20/6) siang waktu setempat untuk menghadapi Belgia dalam laga kedua Grup G yang berlangsung di SoFi Stadium. Namun, perjalanan itu disebut tidak berjalan mulus, bahkan menambah beban mental bagi tim. Ghalenoei menilai timnya tidak mendapatkan perlakuan yang adil dari penyelenggara turnamen.
Sang pelatih menyebut Iran seperti dirampok kesempatan untuk mempersiapkan diri secara optimal akibat berbagai kendala di luar lapangan. “Kami menghadapi banyak tantangan, terutama di luar lapangan. Saya sempat mengajukan pertanyaan kepada 47 pelatih lainnya, tetapi tidak satu pun yang merespons,” ujar Ghalenoei dikutip dari The Telegraph.
Baca Juga:Hasil Piala Dunia 2026: Erling Haaland Cetak Brace ke Gawang Senegal, Norwegia Lolos 32 Besar!
Saat ditanya apakah ia merasakan dukungan dari pelatih tim lain, Ghalenoei dengan tegas menjawab tidak. Ghalenoei juga menyinggung pernyataan pelatih Belgia Rudi Garcia yang menekankan bahwa turnamen ini seharusnya fokus pada sepak bola, bukan politik. “Keluhan kami terkait dengan cara penyelenggara memperlakukan kami. Saya tidak mendapat tanggapan dari pelatih lain. Mungkin mereka sibuk dengan tim masing-masing, tetapi jika saya berada di posisi mereka, saya akan merespons,” tambahnya.
Selain itu, Ghalenoei juga mengungkap kegagalan FIFA dalam mengatasi masalah perjalanan timnya. Ghalenoei menjelaskan bahwa pada Jumat (19/6), pihak FIFA sempat menawarkan kemungkinan penerbangan ke Amerika Serikat pada pukul 18.00 waktu setempat. Namun, rencana itu tidak pernah terealisasi.
“Mereka menelepon saya dan bertanya apakah kami siap jika diberangkatkan pukul 18.00. Saya menyambut baik, tetapi kami hanya menunggu tanpa kepastian. Kami menunggu hingga pukul 19.00 dan akhirnya diberi tahu bahwa itu tidak bisa dilakukan. Hal ini jelas memengaruhi kondisi mental kami, terutama saya sebagai pelatih kepala,” jelasnya.
Meskipun demikian, Ghalenoei tetap mengapresiasi upaya FIFA sekalipun hasilnya belum memuaskan. “Saya tahu FIFA sedang berusaha sebaik mungkin, saya berterima kasih kepada mereka untuk itu, tetapi bukan berarti mereka telah berhasil,” lanjut Ghalenoei.
Di tengah situasi itu, Iran mendapat sedikit kelonggaran setelah pemerintah Amerika Serikat, melalui Satuan Tugas Piala Dunia yang dipimpin Andrew Giuliani, membuka peluang pelonggaran pembatasan perjalanan. Ghalenoei mengungkapkan bahwa timnya akhirnya diberikan izin khusus untuk terbang ke Seattle dua hari lebih awal sebelum laga terakhir fase grup melawan Mesir.
Dalam aturan FIFA, tim hanya diperbolehkan melakukan perjalanan dua hari sebelum pertandingan dalam kondisi luar biasa. Sebelumnya, Belgia juga mendapat izin serupa untuk terbang dari Seattle ke Los Angeles. “Sepertinya sekarang kami diizinkan berangkat lebih awal ke Seattle. Saya berharap kebijakan ini sudah diterapkan sejak dua pertandingan awal, bahkan jika memungkinkan kami datang dua minggu sebelum laga pertama agar bisa berada dalam kondisi terbaik. Kesempatan itu diambil dari kami,” kata Ghalenoei.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022