
Peta Selat Hormuz yang diterbitkan oleh Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) di wilayah yang dikuasai oleh Angkatan Bersenjata Iran, 4 Mei 2026 (Screenshot/X/@IranIntl_En)
JawaPos.com - Iran mengungkapkan bahwa kesepakatan dengan Oman mengenai jalur pelayaran di Selat Hormuz hampir tercapai. Namun, pembukaan kembali jalur strategis tersebut belum otomatis terjadi karena Teheran menetapkan sejumlah syarat, termasuk kompensasi dari Amerika Serikat.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan pembicaraan dengan Oman telah mendekati kesepakatan. Pernyataan itu disampaikan pada Sabtu, ketika ketegangan di salah satu jalur pelayaran minyak paling penting dunia tersebut masih tinggi.
Menurut Araghchi, kesepakatan dengan Oman merupakan salah satu bagian dari upaya mengatur kembali lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Namun, Iran masih menunggu pemenuhan sejumlah persyaratan lain sebelum transit kapal dapat kembali berjalan seperti sebelumnya.
Baca Juga:Jeff Bezos Dikabarkan Segera Beli Saham Liverpool, Kesepakatan dengan FSG Bisa Terjadi Pekan Ini
Dilansir dari NHK, salah satu tuntutan utama Teheran adalah kompensasi dari Amerika Serikat atas apa yang disebut Iran sebagai pelanggaran terhadap nota kesepahaman sebelumnya.
Dengan demikian, persoalan Selat Hormuz bukan hanya menyangkut pengaturan teknis jalur pelayaran. Pembukaannya juga terkait langsung dengan tuntutan Iran terhadap Amerika Serikat dalam negosiasi yang lebih luas.
Perkembangan tersebut muncul di tengah laporan bahwa perundingan antara Iran dan Amerika Serikat mengalami kebuntuan dalam beberapa hari terakhir.
The Wall Street Journal, mengutip seorang mediator yang terlibat dalam pembicaraan, melaporkan bahwa Iran menuntut keringanan finansial, sementara Amerika Serikat menginginkan lalu lintas kapal tidak lagi terhambat di Selat Hormuz.
Menurut laporan tersebut, Iran juga meminta keringanan sanksi agar dapat kembali menjual minyak serta mengakhiri blokade Amerika Serikat.
Tuntutan itu memperlihatkan bahwa pembukaan Selat Hormuz menjadi bagian dari tawar-menawar yang lebih besar. Bagi Iran, pemulihan akses ekonomi dan perdagangan menjadi salah satu kepentingan utama dalam pembicaraan.
Sementara bagi Amerika Serikat, kelancaran pelayaran menjadi prioritas karena Selat Hormuz merupakan jalur penting bagi perdagangan energi global.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Borneo FC vs Persija Jakarta: Macan Kemayoran Menang Tipis di Samarinda
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Newcastle United vs Bournemouth di Liga Inggris: The Magpies Tak Ingin Malu di Kandang
Prediksi Skor Hoffenheim vs Borussia Dortmund di Liga Jerman: Kans Die Borussen Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Bhayangkara FC vs Persebaya Surabaya: Green Force Diprediksi Menang Tipis di Lampung
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Santri Cilik Tegur Bacaan Alquran Nusron Wahid: Ayat Alquran Jangan Diacak-acak!
Prediksi Skor Werder Bremen vs RB Leipzig di Liga Jerman: Die Bullen Bisa Gondol 3 Poin
Prediksi Skor Brentford vs Sunderland di Liga Inggris: The Bees Berpeluang Gasak Tim Tamu!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
