Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 19 Juni 2026 | 22.12 WIB

FIFA Ubah Peraturan Klasemen Grup, Head to Head Kembali Berlaku di Piala Dunia 2026

Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Istimewa) - Image

Ilustrasi Piala Dunia 2026. (Istimewa)

JawaPos.com - Piala Dunia 2026 akan menghadirkan kembali aturan head to head sebagai salah satu penentu posisi klasemen fase grup. Aturan ini menjadi perhatian banyak penggemar sepak bola karena berbeda dengan edisi Piala Dunia 2022 yang lebih mengutamakan selisih gol keseluruhan.

Dalam regulasi resmi FIFA, apabila dua tim atau lebih mengakhiri fase grup dengan jumlah poin yang sama, penentuan peringkat tidak langsung melihat selisih gol dari seluruh pertandingan.  FIFA terlebih dahulu menerapkan sejumlah kriteria khusus yang berfokus pada hasil pertandingan antartim yang memiliki poin identik.

Urutan kriteria yang digunakan FIFA dimulai dari jumlah poin yang diperoleh. Jika masih sama, penentuan berlanjut ke selisih gol dalam pertandingan antara tim-tim yang memiliki poin sama atau dikenal sebagai head to head.

Apabila masih belum bisa memisahkan posisi kedua tim, FIFA akan menghitung jumlah gol yang dicetak dalam pertandingan head to head tersebut. Jika hasilnya tetap identik, barulah perhitungan beralih ke seluruh pertandingan fase grup.

Setelah itu, FIFA akan melihat selisih gol keseluruhan selama fase grup. Jika masih sama, jumlah gol yang dicetak sepanjang fase grup menjadi penentu berikutnya.

Kriteria selanjutnya adalah poin fair play yang dihitung berdasarkan jumlah kartu kuning dan kartu merah yang diterima setiap tim selama turnamen berlangsung. Semakin sedikit pelanggaran yang dilakukan, semakin besar peluang tim tersebut unggul dalam klasemen.

Menariknya, FIFA kini juga telah menetapkan ranking FIFA sebagai kriteria terakhir apabila seluruh indikator sebelumnya masih menghasilkan nilai yang sama. Dengan demikian, metode pengundian atau pelemparan koin yang pernah digunakan pada masa lalu tidak lagi menjadi opsi penentuan posisi klasemen.

Sebagai gambaran, aturan head to head bisa membuat tim dengan selisih gol keseluruhan lebih rendah tetap berada di atas rivalnya. Misalnya, Senegal dan Norwegia sama-sama mengoleksi enam poin pada akhir fase grup. Walaupun Norwegia memiliki selisih gol total lebih baik, Senegal berhak menempati posisi lebih tinggi karena unggul dalam pertemuan langsung antara kedua tim.

Aturan semacam ini pernah diterapkan FIFA pada Piala Dunia 2018 di Rusia. Sementara itu, Piala Dunia 2006, 2010, 2014, dan 2022 menggunakan pendekatan yang lebih mengutamakan selisih gol keseluruhan sebelum melihat faktor lain.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore