Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Juni 2026 | 23.56 WIB

Timnas Korea Selatan Boikot Media Lokal di Piala Dunia 2026 Gara-gara Ejek Son Heung-min Soal Wajib Militer

Son Heung-min memimpin timnas Korea Selatan menghadapi Ceko pada laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026 di Estadio Akron, Zapopan. (KFA) - Image

Son Heung-min memimpin timnas Korea Selatan menghadapi Ceko pada laga pembuka Grup A Piala Dunia 2026 di Estadio Akron, Zapopan. (KFA)

JawaPos.com - Korea Selatan tengah menghadapi konflik internal serius di Piala Dunia 2026. Hubungan antara tim nasional dan rombongan media lokal Korea Selatan mengalami keretakan setelah salah satu reporter menyinggung masalah wajib militer (wamil) Son Heung-min. Hal itu lalu memicu aksi boikot media oleh para pemain hingga berujung pada pengunduran diri pejabat penting dari delegasi pers.

Konflik itu berawal di kamp latihan tim di Guadalajara, Meksiko, menjelang laga pembuka Grup A. Situasi memanas setelah insiden mikrofon bocor yang secara tidak sengaja merekam sejumlah jurnalis Korea Selatan melontarkan komentar bernada merendahkan terhadap kapten tim, Son Heung-min.

Dalam rekaman itu, terdengar seorang reporter mengejek Son dengan mengatakan bahwa sang pemain tidak benar-benar menjalani wajib militer. Pernyataan itu merujuk pada fakta bahwa Son hanya menjalani pelatihan dasar selama tiga minggu, setelah memperoleh pengecualian wajib militer selama 21 bulan berkat keberhasilannya membawa Korea Selatan meraih medali emas Asian Games 2018.

Dampak dari insiden itu langsung terasa di dalam skuad. Para pemain Korea Selatan menunjukkan solidaritas kepada Son dengan melakukan boikot terhadap media. Setelah kemenangan dramatis 2-1 atas Republik Ceko, Son yang biasanya selalu melayani wawancara memilih menolak berbicara kepada media dan hanya memberikan salam singkat sebelum meninggalkan area mixed zone.

Aksi boikot itu berlanjut ketika wawancara individu dengan gelandang Hwang In-beom yang tampil gemilang dengan satu gol dan satu asis dibatalkan secara mendadak. Meski alasan resmi disebut karena masalah jadwal, sumber internal yang dilansir dari Football Asian memastikan keputusan itu merupakan bentuk penolakan dari para pemain.

Federasi Sepak Bola Korea (KFA) pun mengambil langkah tegas dengan membatasi interaksi antara pemain dan media. Sebuah media lokal bahkan diminta menarik kembali wawancara santai dengan Lee Dong-gyeong yang dilakukan saat hari istirahat tim dan permintaan tersebut dipatuhi.

Pada Seni (15/6) waktu Korea, KFA juga merilis pernyataan resmi yang menyampaikan penyesalan mendalam atas penggunaan bahasa yang dianggap tidak pantas oleh sejumlah awak media. Federasi menilai pernyataan itu telah memberikan kekecewaan besar bagi para pemain, serta menuntut sikap yang lebih bertanggung jawab dan saling menghormati ke depannya.

Konflik semakin dalam setelah sekretaris delegasi pers Piala Dunia Korea Selatan memutuskan mengundurkan diri dan mengaku bertanggung jawab atas pelanggaran etika itu. Sementara itu, Jesus Bernal dari ESPN Meksiko mengungkapkan bahwa dalam sebuah konferensi pers di fasilitas latihan Chivas, seluruh jurnalis asing diminta keluar ruangan sebelum pejabat KFA memberikan teguran keras secara tertutup kepada media Korea Selatan.

Timnas Korea Selatan sendiri saat ini menduduki posisi kedua klasemen sementara grup A dan akan kembali bertanding pada Jumat (19/6), melawan Meksiko. Setelah itu, tim asuhan Hong Myung-bo itu akan menutup laga grup A dengan melawan Afrika Selatan pada 25 Juni.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore