
Ilustrasi Piala Dunia 2026. (FIFA)
JawaPos.com - Keputusan stasiun televisi Telemundo untuk tidak menayangkan iklan selama cooling break pada ajang Piala Dunia 2026 menjadi perbincangan di kalangan pecinta sepak bola. Sikap itu terungkap saat pertandingan Kanada melawan Bosnia ketika salah satu komentator menyampaikan alasan di balik kebijakan yang mereka ambil.
Dalam siaran langsung tersebut, komentator Telemundo menyebut bahwa mereka termasuk sedikit stasiun televisi di dunia yang tetap mempertahankan tayangan pertandingan tanpa diselingi iklan saat jeda cooling break berlangsung. Penonton berhak menyaksikan apa yang terjadi di dalam stadion meski pertandingan sedang dihentikan sementara.
Karena itu, Telemundo memilih tetap menampilkan gambar suasana lapangan, aktivitas pemain, serta reaksi para suporter di tribune dibanding memanfaatkan waktu tersebut untuk slot komersial. "Kami lebih menyukai cara lama. Penonton berhak melihat apa yang dilakukan para pemain di lapangan," ujar komentator tersebut dalam siaran langsung.
Pernyataan itu langsung menarik perhatian publik. Di era sepak bola modern, jeda pertandingan sering kali menjadi ruang yang dimanfaatkan penyiar untuk menayangkan iklan demi memaksimalkan pendapatan. Bahkan, beberapa detik jeda singkat sekalipun kerap digunakan untuk kepentingan komersial.
Namun, Telemundo mengambil pendekatan berbeda. Mereka memilih mempertahankan pengalaman menonton yang lebih utuh dengan memperlihatkan atmosfer stadion yang jarang mendapat sorotan saat pertandingan berlangsung.
Keputusan tersebut mendapat respons positif dari banyak penonton di media sosial. Tidak sedikit yang mengapresiasi langkah Telemundo karena dianggap lebih mengutamakan pengalaman penonton dibanding kepentingan bisnis.
Bagi sebagian penggemar sepak bola, momen cooling break bukan sekadar waktu istirahat bagi pemain. Pada saat itulah kamera sering menangkap berbagai sisi menarik pertandingan, mulai dari instruksi pelatih, interaksi antar pemain, hingga ekspresi suporter yang menciptakan warna tersendiri dalam sebuah laga.
Langkah Telemundo juga memunculkan diskusi mengenai arah industri penyiaran olahraga yang semakin dipenuhi unsur komersial. Meski iklan tetap menjadi sumber pemasukan penting bagi televisi, sebagian penonton merasa atmosfer pertandingan seharusnya tetap menjadi bagian utama yang disajikan kepada publik.
Di tengah semakin ketatnya persaingan industri media, keputusan Telemundo menunjukkan bahwa masih ada ruang bagi pendekatan yang menempatkan pengalaman penonton sebagai prioritas. Setidaknya untuk sementara, mereka berhasil mencuri perhatian pecinta sepak bola lewat pilihan yang berbeda dari kebanyakan penyiar lainnya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Trisha JKT48 Ingin “Ayo Senyumlah” Jadi Energi Positif di Tengah Situasi Sulit
Prediksi Skor Groningen vs PEC Zwolle di Liga Belanda: Trots van het Noorden Menang Tipis di Kandang
Prediksi Skor Arema FC vs Persik Kediri di Super League: Macan Putih Kembali Jinakkan Singo Edan!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor PSM vs Persita di Super League: Pendekar Cisadane Curi 3 Poin di B.J. Habibie
Prediksi Skor Everton vs Ipswich Town di Liga Inggris: The Toffees Kunci 3 Poin di Kandang
Prediksi Skor Espanyol vs Elche di Liga Spanyol: Los Franjiverdes Curi Poin di RCDE Stadium
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Aston Villa di Liga Inggris: The Lilywhites Bakal Sulit Menang!
Prediksi Susunan Pemain Persebaya vs Garudayaksa FC: Risto Mitrevski Pantang Remehkan Tim Promosi
Prediksi Skor Lyon vs Rennes di Liga Prancis: Les Gones Garansi 3 Poin di Parc Olympique Lyonnais

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022