Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 12 Juni 2026 | 22.37 WIB

Jelang Lawan Turki, Bek Timnas Australia Aziz Behich Termotivasi Perjuangan Istri Lawan Kanker

Bek Timnas Australia Aziz Behich termotivasi jelang lawan Turki. (Instagram/@azizbehich) - Image

Bek Timnas Australia Aziz Behich termotivasi jelang lawan Turki. (Instagram/@azizbehich)

JawaPos.com - Istri bek kiri tim nasional Australia Aziz Behich dikabarkan telah berhasil berjuang melawan kanker jelang penampilan ketiganya di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 35 tahun itu dipastikan akan mendapat dukungan penuh dari keluarga saat Australia memulai kampanye Piala Dunia melawan Turki di Vancouver pada Minggu (14/6). 

Kehadiran sang istri, Rose di tribun menjadi hal yang paling bermakna setelah ia dinyatakan sembuh (remisi) dari limfoma yang didiagnosis usai Piala Dunia 2022 di Qatar. Behich mengaku, pengalaman menemani istrinya berjuang melawan sakit mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan. 

Saat ini, Behich mengaku tidak lagi hanya berfokus pada sepak bola dan lebih menghargai hal-hal di luar lapangan. “Hal itu benar-benar membuka perspektif hidup saya. Sebelumnya, meski sudah menikah, hidup saya selalu tentang sepak bola,” ujar Behich.

Behich menambahkan bahwa perjuangan sang istri membuatnya tidak lagi mengeluh terhadap kondisi fisiknya sebagai atlet profesional. “Ketika saya bangun dengan tubuh sakit, saya tidak bisa mengeluh. Saya harus tetap menjalani semuanya setelah melihat apa yang dia lalui,” katanya.

Bek veteran itu juga menegaskan bahwa Rose menjadi sumber kekuatan terbesar dalam hidupnya. “Dia memberi saya kekuatan. Apa pun yang dia hadapi, kanker, kemoterapi, dia selalu mendukung saya dan memastikan saya tetap bermain,” ungkapnya.

Behich yang lahir di Melbourne dari orang tua berdarah Turki-Siprus akan menghadapi Timnas Trurki untuk pertama kalinya dalam laga pembuka Grup D. “Ini akan terasa sangat spesial bermain melawan Turki. Saya punya beberapa teman di skuad mereka dan tentu latar belakang keluarga saya membuat pertandingan ini semakin berarti,” kata Behich.

Behich mengaku momen menyanyikan lagu kebangsaan akan menjadi saat yang paling mengharukan. Tumbuh besar di kawasan utara Melbourne seperti Meadow Heights dan Broadmeadows yang kerap dijuluki Little Istanbul, Behich punya kedekatan kuat dengan budaya sepak bola Turki. Behich juga mengikuti perjalanan impresif Turki saat finis di posisi ketiga Piala Dunia 2002.

Meskipun demikian, Behich menegaskan tidak ada konflik loyalitas. Behich tetap berkomitmen penuh membela Australia. “Saya di sini untuk menjalankan tugas bagi Australia. Saya memilih bermain untuk Australia dan ingin Piala Dunia ini menjadi spesial, serta tampil lebih baik dibanding edisi sebelumnya,” tegasnya.

Dalam laga di BC Place Vancouver, kedua orang tuanya, Yasar dan Cemaliye, bersama anggota keluarga lainnya akan hadir langsung memberikan dukungan. Behich juga menyadari bahwa turnamen itu bisa saja menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia. Namun, Behich memilih untuk tidak terlalu jauh memikirkan masa depan.

Editor: Edi Yulianto
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore