
Bek Timnas Australia Aziz Behich termotivasi jelang lawan Turki. (Instagram/@azizbehich)
JawaPos.com - Istri bek kiri tim nasional Australia Aziz Behich dikabarkan telah berhasil berjuang melawan kanker jelang penampilan ketiganya di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 35 tahun itu dipastikan akan mendapat dukungan penuh dari keluarga saat Australia memulai kampanye Piala Dunia melawan Turki di Vancouver pada Minggu (14/6).
Kehadiran sang istri, Rose di tribun menjadi hal yang paling bermakna setelah ia dinyatakan sembuh (remisi) dari limfoma yang didiagnosis usai Piala Dunia 2022 di Qatar. Behich mengaku, pengalaman menemani istrinya berjuang melawan sakit mengubah cara pandangnya terhadap kehidupan.
Saat ini, Behich mengaku tidak lagi hanya berfokus pada sepak bola dan lebih menghargai hal-hal di luar lapangan. “Hal itu benar-benar membuka perspektif hidup saya. Sebelumnya, meski sudah menikah, hidup saya selalu tentang sepak bola,” ujar Behich.
Behich menambahkan bahwa perjuangan sang istri membuatnya tidak lagi mengeluh terhadap kondisi fisiknya sebagai atlet profesional. “Ketika saya bangun dengan tubuh sakit, saya tidak bisa mengeluh. Saya harus tetap menjalani semuanya setelah melihat apa yang dia lalui,” katanya.
Bek veteran itu juga menegaskan bahwa Rose menjadi sumber kekuatan terbesar dalam hidupnya. “Dia memberi saya kekuatan. Apa pun yang dia hadapi, kanker, kemoterapi, dia selalu mendukung saya dan memastikan saya tetap bermain,” ungkapnya.
Behich yang lahir di Melbourne dari orang tua berdarah Turki-Siprus akan menghadapi Timnas Trurki untuk pertama kalinya dalam laga pembuka Grup D. “Ini akan terasa sangat spesial bermain melawan Turki. Saya punya beberapa teman di skuad mereka dan tentu latar belakang keluarga saya membuat pertandingan ini semakin berarti,” kata Behich.
Baca Juga:Australia Umumkan Skuad Resmi Piala Dunia 2026, Tony Popovic Andalkan Kombinasi Pemain Muda
Behich mengaku momen menyanyikan lagu kebangsaan akan menjadi saat yang paling mengharukan. Tumbuh besar di kawasan utara Melbourne seperti Meadow Heights dan Broadmeadows yang kerap dijuluki Little Istanbul, Behich punya kedekatan kuat dengan budaya sepak bola Turki. Behich juga mengikuti perjalanan impresif Turki saat finis di posisi ketiga Piala Dunia 2002.
Meskipun demikian, Behich menegaskan tidak ada konflik loyalitas. Behich tetap berkomitmen penuh membela Australia. “Saya di sini untuk menjalankan tugas bagi Australia. Saya memilih bermain untuk Australia dan ingin Piala Dunia ini menjadi spesial, serta tampil lebih baik dibanding edisi sebelumnya,” tegasnya.
Dalam laga di BC Place Vancouver, kedua orang tuanya, Yasar dan Cemaliye, bersama anggota keluarga lainnya akan hadir langsung memberikan dukungan. Behich juga menyadari bahwa turnamen itu bisa saja menjadi penampilan terakhirnya di Piala Dunia. Namun, Behich memilih untuk tidak terlalu jauh memikirkan masa depan.

Prediksi Skor Kanada vs Bosnia dan Herzegovina di Piala Dunia 2026: Alphonso Davies Diragukan Tampil!
Beredar Kabar Komedian Bolot Meninggal Dunia, Begini Faktanya
Prediksi Skor Korea Selatan vs Republik Ceko di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Bisa Pecahkan Rekor
Prediksi Skor Amerika Serikat vs Paraguay di Piala Dunia 2026: Pembuktian Magis Christian Pulisic
Prediksi Skor Timnas Qatar vs Swiss di Piala Dunia 2026: The Maroons Terancam Gagal Start Sempurna
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Prediksi Duel Seru Korea Selatan vs Ceko, Son Heung-min Jadi Kunci!
Daftar Pemain Amerika Serikat dan Paraguay di Grup D Piala Dunia 2026
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Daftar Pemain Kanada dan Bosnia Herzegovina di Grup B Piala Dunia 2026
