Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 11 Juni 2026 | 15.16 WIB

Bagian Jaringan Teroris? Pemerintah AS Ungkap Penyebab Penolakan Wasit Somalia di Piala Dunia 2026

Amerika Serikat curigai wasit Omar Artan terafiliasi jaringan teror. (OmarAbdulkadirArtan/Facebook) - Image

Amerika Serikat curigai wasit Omar Artan terafiliasi jaringan teror. (OmarAbdulkadirArtan/Facebook)

JawaPos.com - Pemerintahan Presiden Donald Trump mengklaim bahwa wasit FIFA asal Somalia Omar Abdulkadir Artan ditolak masuk ke Amerika Serikat karena diduga memiliki keterkaitan dengan individu yang dicurigai sebagai anggota organisasi teroris. Artan merupakan salah satu dari 52 wasit utama pertandingan yang dipilih oleh FIFA untuk memimpin laga pada ajang Piala Dunia 2026. 

Omar Artan dijadwalkan mengikuti kamp pelatihan wasit di Miami, Florida, bersama rekan-rekannya sebagai bagian dari persiapan menuju turnamen. Namun, rencana itu batal setelah Artan ditolak masuk saat tiba di Bandara Internasional Miami. Dalam keterangannya kepada media, Artan menyatakan bahwa dirinya telah memiliki dokumen dan visa yang sah, serta akreditasi resmi dari FIFA sebagai ofisial pertandingan.

Omar Artan bahkan mengungkapkan bahwa dirinya menjalani pemeriksaan selama lebih dari 11 jam oleh petugas perbatasan sebelum akhirnya ditahan sementara dan dipulangkan ke Istanbul, Turki, yang merupakan titik keberangkatannya.

Menanggapi kasus itu, seorang pejabat senior pemerintah AS menyebut bahwa setelah pemeriksaan lanjutan oleh Customs and Border Protection (CBP), ditemukan informasi yang bersifat merugikan, termasuk dugaan keterkaitan dengan pihak yang dicurigai terlibat dalam organisasi teroris. 

Hal itu dinilai membuat Artan tidak memenuhi syarat masuk ke Amerika Serikat berdasarkan Immigration and Nationality Act (INA). “Pemerintahan Presiden Trump tidak akan mengizinkan ancaman keamanan apa pun masuk ke negara kami,” ujar pejabat tersebut kepada The Athletic pada Rabu (10/6). Meskipun demikian, pihak Gedung Putih tidak memberikan rincian lebih lanjut terkait dugaan hubungan tersebut maupun organisasi yang dimaksud.

Dari sisi legislatif, anggota Kongres dari Partai Demokrat, Rick Larsen, menyatakan bahwa keputusan CBP kemungkinan telah melalui pertimbangan yang tepat. Larsen menyebut bahwa otoritas perbatasan memiliki kewenangan untuk memeriksa perangkat komunikasi individu, dan dalam kasus ini ditemukan komunikasi yang dianggap cukup mengkhawatirkan.

Sementara itu, pemerintah Somalia melalui Kementerian Luar Negeri menyampaikan penyesalan atas penolakan itu. Dalam pernyataan resminya, Somalia menyatakan tetap bangga atas prestasi Artan dan akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mendapatkan kejelasan lebih lanjut serta melindungi hak warganya.

Artan sendiri merupakan Wasit Terbaik Afrika versi Confederation of African Football (CAF) tahun 2025. Artan terpilih untuk Piala Dunia 2026 setelah melalui proses seleksi ketat selama beberapa tahun, sebagaimana dijelaskan oleh Kepala Wasit FIFA, Pierluigi Collina. “Para ofisial pertandingan yang terpilih adalah yang terbaik di dunia. Mereka merupakan bagian dari kumpulan ofisial yang lebih luas yang telah diidentifikasi dan dipantau selama tiga tahun terakhir,” kata Collina.

FIFA juga telah mengonfirmasi bahwa Artan tidak dapat berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 akibat penolakan masuk tersebut. Organisasi sepak bola dunia itu menegaskan bahwa keputusan terkait visa dan izin masuk sepenuhnya berada di tangan pemerintah negara tuan rumah.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore