Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 16 Mei 2026 | 00.12 WIB

Prediksi Meksiko di Piala Dunia 2026: Misi El Tri Bangkit dari Trauma dan Kembalikan Harga Diri di Rumah Sendiri

Raul Jimenez menjadi harapan utama Meksiko untuk bangkit di Piala Dunia 2026 saat tampil di kandang sendiri. (Instagram @raulalonsojimenez9) - Image

Raul Jimenez menjadi harapan utama Meksiko untuk bangkit di Piala Dunia 2026 saat tampil di kandang sendiri. (Instagram @raulalonsojimenez9)

JawaPos.com - Meksiko memburu kebangkitan besar di Piala Dunia 2026 saat tampil sebagai tuan rumah untuk ketiga kali sepanjang sejarah. Bermain di depan publik sendiri, El Tri dituntut minimal lolos dari fase grup setelah kegagalan memalukan pada edisi 2022 masih membekas di benak suporter nasional.

Tekanan besar langsung menyelimuti skuad asuhan Javier Aguirre menjelang laga pembuka melawan South Africa di Estadio Azteca, Kamis 11 Juni 2026. Bermain penuh di kandang selama fase grup membuat Meksiko memiliki keuntungan besar yang belum tentu dimiliki peserta lain.

Mengapa Piala Dunia 2026 Sangat Penting bagi Meksiko?

Piala Dunia 2026 menjadi momentum penebusan terbesar bagi Meksiko setelah tersingkir di fase grup Piala Dunia 2022. Hasil buruk itu mengakhiri rekor tujuh penampilan beruntun El Tri di babak 16 besar sejak 1994.

Kini, dukungan publik menjadi senjata utama untuk mengembalikan kejayaan sepak bola nasional. Meksiko juga mencatat sejarah sebagai negara pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia sebanyak tiga kali setelah edisi 1970 dan 1986.

Jadwal fase grup pun relatif menguntungkan bagi El Tri. Mereka menghadapi Afrika Selatan di Estadio Azteca, kemudian melawan Korea Selatan di Estadio Akron sebelum menutup grup kontra Republik Ceko di Azteca.

Bermain di dua stadion ikonik itu membuat atmosfer kandang diprediksi sangat membantu performa tim. Lautan jersey hijau dipastikan mendominasi tribun sepanjang turnamen berlangsung.

Javier Aguirre dan Strategi Pragmatis El Tri

Javier Aguirre kembali menangani Meksiko untuk ketiga kalinya setelah periode 2001–2002 dan 2009–2010. Pelatih berusia 67 tahun itu dikenal sebagai sosok spesialis penyelamat tim dalam situasi sulit.

Aguirre datang ketika performa Meksiko sedang tidak stabil. Meski belum menemukan identitas permainan yang benar-benar matang, dia berhasil memperbaiki mental dan organisasi permainan tim.

Formasi utama yang dipakai adalah 4-3-3 dengan pendekatan pragmatis. El Tri lebih mengandalkan disiplin bertahan, intensitas tinggi, dan permainan kolektif dibanding kreativitas individu.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore