
TEMPA KEKUATAN: Sejumlah pemain Indonesia U-17 saat berlatih di Lapangan C Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Selasa malam (7/11). Mereka akan berhadapan dengan Ekuador U-17 di laga perdana grup A.
Mungkin Sedikit Gugup, tapi Begitu Peluit Bunyi, Semua Hilang
Pilar Ekuador U-17 mengaku sudah bisa beradaptasi dengan teriknya Surabaya, sedangkan Indonesia U-17 memasuki tahap pematangan taktikal. Kapten Indonesia U-17 juga menganggap semua pemain lawan punya skill bagus.
FARID S. MAULANA, Surabaya
---
JAIRO Reyes terlihat begitu menikmati latihan di Lapangan A Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, bersama timnas U-17 Ekuador tadi malam. Tidak ada lagi keluhan soal panasnya cuaca Kota Surabaya.
"Kami berasal dari dataran tinggi. Latihan setiap hari di sini membantu kami cepat beradaptasi," ujar penggawa Ekuador U-17 tersebut setelah latihan.
Surabaya memang sedang panas-panasnya. Sedangkan Jairo Reyes berasal dari negara yang berada di lereng Pegunungan Andes nun di Amerika Selatan sana.
Ekuador memang harus beradaptasi dengan cepat karena Jumat (10/11) lusa, mereka sudah harus menjalani laga pertama grup A Piala Dunia U-17 di Stadion Gelora Bung Tomo. Dan, yang dihadapi adalah si ’’pemilik cuaca panas” alias tuan rumah Indonesia U-17.
Yang disampaikan Reyes tadi malam berbeda dengan yang dia keluhkan setelah mendarat di Surabaya pada Minggu (5/11) lalu. Teriknya Kota Pahlawan membuat gelandang klub Ekuador Independiente del Valle itu sama sekali tidak bisa menerima materi latihan dengan baik.
Belum lagi berbagai perbedaan lain. Di antaranya, makanan. Beruntung, seperti halnya cuaca, Reyes mengaku sudah bisa berdamai soal pengisi perut. Karena itu, dia mengaku sudah siap tempur. ’’Persiapan kami sangat baik sejauh ini,” ujarnya.
Soal kekuatan Indonesia, dia mengatakan sudah diberi banyak bekal video oleh pelatih Ekuador U-17 Diego Martinez. Di matanya, Indonesia U-17 tim yang kuat. ’’Tapi, kami sudah menganalisis dan mempelajari permainan mereka,’’ tuturnya.
Dia juga tidak khawatir dengan banyaknya suporter timnas U-17 yang bakal memenuhi stadion pada 10 November mendatang. Target dia dan tim tetap: menang. ’’Mungkin memang sedikit gugup, tapi ketika peluit berbunyi, itu semua hilang,’’ bebernya.
Seperti halnya calon lawan, Indonesia U-17 tentu juga terus mematangkan persiapan. Dalam latihan tadi malam, Garuda Asia –julukan tim asuhan Bima Sakti tersebut– sudah masuk materi taktikal.
Bima menyebut anak asuhnya sudah siap 100 persen melawan Ekuador U-17. Siap memberikan kejutan di laga pembuka. ’’Soal target, saya tidak mau membebani pemain. Yang jelas, pemain tahu tugas mereka adalah memberikan yang terbaik,’’ paparnya.
Senada dengan sang pelatih, bek sekaligus kapten Indonesia U-17 Iqbal Gwijangge mengatakan, dirinya dan rekan setim sudah beradaptasi dengan lapangan dan cuaca Surabaya. ’’Kami tidak ada masalah,’’ bebernya.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
