
MEDIA INKLUSIF: Host Radio Braille Surabaya Hanan Abdullah (kiri) bersama Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya Eben Haezer saat proses produksi konten. (AJI Surabaya untuk Jawa Pos)
Empat inisiator dari Lembaga Pemberdayaan Tunanetra (LPT) mendirikan Radio Braille Surabaya (RBS). Media inklusif pertama di Surabaya itu membawa sejumlah misi. Di antaranya, aspirasi penyandang disabilitas dan ruang publik. Mereka pun menggandeng Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya.
RAMADHONI CAHYA C., Surabaya
SAMPAI saat ini hak penyandang disabilitas belum seluruhnya terpenuhi. Berbagai upaya dilakukan agar masyarakat semakin menyadari hal tersebut. Misal, melalui pendirian media inklusif pertama di Surabaya oleh Lembaga Pemberdayaan Tunanetra (LPT).
RBS resmi diluncurkan pada Sabtu (3/12) lalu di Yayasan Pendidikan Anak Buta (YPAB). Empat guru tunanetra menjadi inisiator RBS. Mereka adalah Tutus Setiawan, Atung Yunarto, Hanan Abdullah, dan Sugihermanto. Sehingga penyampaian isu terkait hak disabilitas tak lagi harus secara tatap muka atau luring.
”Media memiliki peran penting untuk membawa aspirasi. Supaya tidak hanya diperhatikan saat menang lomba saja. Padahal, banyak aspek yang bisa dieksplorasi,’’ ucap Pemred RBS Tutus Setiawan kemarin (19/12).
Meskipun bertajuk ”radio’’, distribusi konten saat ini melalui platform YouTube. Pertimbangannya, pengguna media tersebut paling besar jika dibandingkan yang lain. Banyaknya pengguna diharapkan dapat melihat konten dari sudut pandang yang lain. Tak sekadar menyoroti sisi kelemahan penyandang disabilitas.
”Contohnya, keberpihakan politik kepada penyandang disabilitas menjelang Pemilihan Presiden 2024,’’ kata dia.
Para inisiator itu rutin berkumpul setiap Jumat. Tentu saja, mereka membahas konten yang akan diproduksi setiap pekan. Konten tersebut lebih menonjolkan sisi narasi atau kekuatan cerita dibandingkan visual. Sebab, adanya cerita yang mendetail akan memudahkan para penyandang disabilitas netra untuk berimajinasi. Ada tiga konten utama, yaitu reportase, edukasi, dan ekspresi.
Jenis konten tersebut disesuaikan dengan tujuan RBS lainnya. Yaitu, memberikan edukasi bagi masyarakat yang belum paham terkait disabilitas seperti cara berkomunikasi. Selain itu, mengangkat potensi kaum disabilitas yang selama ini belum terekspos. ’’Kami berharap potensi itu akan muncul dan banyak orang yang tahu,’’ jelas Tutus.
Pendirian RBS pun tentu saja menghadapi sejumlah tantangan seperti kemampuan jurnalistik yang belum terlalu dalam. Karena itu, pihaknya menggandeng Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Surabaya untuk memberikan pelatihan.
Mulai dari dasar jurnalistik, penggalian data, hingga distribusi konten. Pelatihan tersebut selalu rutin diadakan. ”Memang bukan basic kami. Tapi, kami harus optimistis dan terus belajar,’’ tegas dia.
Ketua AJI Surabaya Eben Haezer menyampaikan, pelatihan bagi tunanetra memiliki keistimewaan dibandingkan dengan kalangan umum. Terlebih lagi, kawan-kawan LPT meminta langsung pembekalan ilmu jurnalistik kepada pihaknya. Pelatihan itu telah berlangsung sekitar tiga bulan. ”Kami mendukung penuh inisiatif pendirian RBS,’’ ucapnya.
Peserta pun tampak tekun dan bersemangat mengikuti pelatihan setiap Jumat itu. Menurut Eben, ada banyak materi yang diberikan, tak terkecuali latihan pernapasan. Sebab, para peserta juga akan berbicara untuk narasi video. Dia pun mengakui bahwa stigma masyarakat terhadap penyandang disabilitas masih tinggi. ”Ketika nama disabilitas terdengar, yang muncul hanya kasihan,’’ jelasnya.
Media itu disebut media inklusif karena yang dinilai adalah keterampilannya. AJI Surabaya pun akan melibatkan rekan tunarungu, tunadaksa, dan yang lain untuk memberi mereka ruang berkontribusi. Ke depan, tidak tertutup kemungkinan adanya rekrutmen pengurus baru RBS supaya regenerasi tetap berjalan. Juga, pengembangan komunitas semakin luas.

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
