
Ilustrasi kompetisi Indonesian Olympiad Battle (IOB) Rising Star yang diikuti lebih dari 4.400 peserta didik TK hingga kelas 6 SD pada September 2026. (istimewa)
JawaPos.com - Lebih dari 4.400 pelajar mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK) hingga kelas 6 Sekolah Dasar (SD) mengikuti Indonesian Olympiad Battle (IOB) Rising Star pada September 2026. Kompetisi akademik ini menghadirkan tiga bidang perlombaan, yakni Matematika, Bahasa Inggris, dan Sains, untuk memperluas kesempatan anak mengenali potensi akademik sejak dini.
Berbeda dari kompetisi yang hanya berfokus pada satu mata pelajaran, IOB Rising Star memberikan ruang bagi peserta untuk mengeksplorasi berbagai bidang pengetahuan. Tingkat kesulitan soal disesuaikan dengan jenjang pendidikan dan kelas masing-masing peserta.
Head of Partnership Indonesian Olympiad Battle, Fauzi, mengatakan penyelenggaraan kompetisi dengan tiga bidang tersebut bertujuan memberikan pengalaman belajar yang lebih beragam bagi anak-anak.
“Setiap anak memiliki cara belajar dan kekuatan yang berbeda. Karena itu, kami melihat pentingnya memberikan ruang bagi mereka untuk mengeksplorasi berbagai bidang sejak dini,” ujar Fauzi.
"Melalui Matematika, Bahasa Inggris, dan Sains, anak mendapatkan pengalaman menghadapi tantangan akademik dengan cara yang berbeda sekaligus menemukan bidang yang paling menarik sesuai minat mereka," imbuhnya.
Setiap bidang dalam IOB Rising Star memiliki karakter soal yang berbeda. Pada Matematika, peserta dihadapkan pada persoalan yang menguji kemampuan mengenali pola, berpikir logis, dan menemukan solusi.
Sementara itu, kompetisi Bahasa Inggris tidak hanya menekankan penguasaan kosakata. Peserta juga dituntut memahami konteks, mengolah informasi, dan menggunakan bahasa secara tepat melalui soal yang melibatkan penalaran.
Adapun bidang Sains mencakup materi mengenai makhluk hidup, materi, energi, serta bumi dan lingkungan. Peserta perlu memahami konsep dasar sekaligus menghubungkannya dengan situasi yang disajikan dalam soal.
Ragam tantangan tersebut memberikan gambaran bahwa kemampuan akademik tidak terbatas pada penguasaan materi pelajaran. Anak juga perlu berlatih memahami instruksi, menganalisis informasi, menentukan strategi, dan mengelola waktu saat mengerjakan soal.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
Prediksi Skor Rennes vs Olympiakos: Tuan Rumah Andalkan Kekuatan Bermain di Roazhon Park
Prediksi Skor PSV Eindhoven vs Club Brugge di Liga Champions: Blauw-Zwart Bidik Kemenangan Tandang
Upaya Restorasi 325 Hektare Hutan di TNGHS untuk Jaga Habitat Macan Tutul Jawa
Mahasiswa Trisakti Geruduk Kantor Setneg Siang Ini, Tagih Janji Pemerintah soal Tritura
Bonek Murka! Persebaya Dibantai Kendal Tornado, Uston Nawawi Gantikan Tavares?
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
8 Hal yang Dianggap Membosankan oleh Ekstrovert, tetapi Justru Menjadi Kebahagiaan bagi Introvert

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022