
Ilustrasi penggunaan AI dalam dunia pendidikan. (Pinterest)
JawaPos.com — Kegagalan pada Olimpiade Sains Nasional (OSN) tahun sebelumnya tidak menghentikan Jovan Faith Palaska Parangin-angin untuk kembali mencoba. Siswa SMPK PENABUR Depok tersebut berhasil meraih medali perunggu OSN 2026 jenjang SMP bidang Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) setelah menjalani persiapan selama sekitar satu setengah tahun.
Jovan menerapkan pola belajar dengan membaca materi secara mendalam, mengerjakan latihan soal, serta mengikuti try out. Ia juga memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) sebagai salah satu media belajar, disertai membaca artikel, jurnal ilmiah, dan menonton video edukasi di YouTube.
“Saya tidak suka banyak mencatat dan lebih sering belajar dengan cara membaca materi, lalu memutar-mutar materinya di otak sehingga dapat memahami secara lebih mendalam. Selain itu, saya juga menggunakan AI sebagai media utama untuk belajar dan membaca artikel, jurnal ilmiah, serta video di YouTube agar tidak bosan. Pada fase awal, saya belajar materi sebagai pondasi, baru saya kembangkan melalui latihan soal dan try out,” ujar Jovan.
Persiapan tersebut juga didukung oleh pihak sekolah. Kepala SMPK PENABUR Depok, Robertus Dri Harnanto, mengatakan sekolah memfasilitasi Jovan melalui pelatihan OSN yang diselenggarakan BPK PENABUR Jakarta dan Dinas Pendidikan Kota Depok, pematangan materi sepulang sekolah, serta penyediaan buku dan fasilitas belajar.
Sekolah juga memberikan kesempatan kepada Jovan untuk belajar mandiri di perpustakaan dengan pendampingan guru IPS. Menurut Jovan, dukungan guru sangat membantu, terutama ketika ia menghadapi soal sulit dan membutuhkan motivasi selama proses persiapan hingga pelaksanaan kompetisi.
Dalam OSN IPS tingkat SMP, peserta diuji pada empat bidang kajian, yakni geografi, sosiologi, ekonomi, dan sejarah. Jovan menjelaskan, sejumlah soal juga mencakup materi setingkat SMA yang merupakan pengembangan dari pelajaran IPS di jenjang SMP.
Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah keterbatasan waktu pengerjaan dan keraguan ketika harus memilih jawaban. Untuk mengatasinya, Jovan berusaha menyusun strategi pengerjaan sekaligus membangun kepercayaan diri dalam mengambil keputusan.
Meski berhasil membawa pulang medali perunggu, Jovan menilai masih ada ruang untuk meningkatkan hasilnya. “Sebenarnya saya masih bisa melakukan yang lebih baik lagi,” ungkapnya.
Ke depan, Jovan berencana mencoba OSN bidang Kebumian dan membantu teman-temannya mempersiapkan diri untuk kompetisi IPS pada tahun berikutnya. Ia berharap peserta dari PENABUR maupun sekolah lain dapat berkompetisi secara sportif dan meraih hasil yang lebih baik.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Menkop Pastikan Gaji PNS Lewat Koperasi Mulai Tahun Ini, Tak Perlu Tunggu 2027
Prediksi Newcastle Jets vs Gamba Osaka di AFC Champions League Elite: Tim Tamu Diunggulkan Menang
Prediksi Skor Lens vs Sporting Lisbon di Liga Champions: Kedua Tim Incar Kemenangan Beruntun
Prediksi Skor Buriram United vs Beijing Guoan: The Imperial Guards Terancam Tertahan
Prediksi Skor Newcastle Jets vs Gamba Osaka: Pertahanan Rapuh Tuan Rumah Jadi Celah!
TPG Guru Non-ASN Belum Cair, PGRI Desak Kemendikdasmen dan Kemenkeu Berikan Kepastian
Prediksi Skor Pohang Steelers vs Johor Darul Ta’zim: Harimau Selatan Siap Terkam Tuan Rumah
Prediksi Skor Kyoto Sanga vs Ratchaburi: Duel Tim Pesakitan Rawan Berakhir Imbang!
Prediksi Skor Al Sadd vs Al Hilal: The Blue Waves Siap Menang Tipis di Doha
Prediksi Susunan Pemain Arsenal vs Lille: Gabriel Magalhaes Tetap Andalan Lini Belakang The Gunners

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022