
Ilustrasi kampus. (Pinterest)
JawaPos.com - Perubahan cepat di dunia kerja membuat banyak orang tua kini semakin selektif dalam memilih perguruan tinggi bagi anak-anak mereka. Tidak hanya menilai kualitas akademik, orang tua juga mulai mempertimbangkan sejauh mana kampus mampu membekali mahasiswa dengan kesiapan menghadapi dunia profesional setelah lulus.
Pendidikan tinggi pun kini dipandang sebagai investasi jangka panjang yang harus mampu membantu generasi muda memiliki kompetensi, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi dengan perkembangan industri yang terus berubah.
Hal tersebut sejalan dengan hasil survei global ManpowerGroup yang mengungkapkan bahwa 77 persen perusahaan masih mengalami kesulitan menemukan talenta dengan keterampilan yang sesuai kebutuhan industri.
Di sisi lain, laporan World Economic Forum memperkirakan sekitar 22 persen pekerjaan di dunia akan mengalami transformasi sebelum 2030. Kondisi ini menunjukkan pentingnya pendidikan yang mampu menyiapkan lulusan agar relevan dengan kebutuhan masa depan.
Rektor Binus University, Nelly, menilai perguruan tinggi saat ini harus mampu menghadirkan pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan industri.
“Pendidikan tinggi saat ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan anak. Karena itu, mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan global,” ujarnya di Jakarta, Selasa (26/5).
Menurutnya, fleksibilitas pembelajaran serta keterhubungan dengan dunia nyata menjadi elemen penting dalam membentuk kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja.
“Mahasiswa perlu memiliki kesempatan untuk memperluas kompetensi, memperoleh exposure global, serta mendapatkan pengalaman profesional sejak dini. Dengan demikian, proses pembelajaran tidak hanya membantu perkembangan akademik, tetapi juga kesiapan menghadapi dunia profesional,” tambahnya.
Binus University sendiri terus memperkuat integrasi teknologi digital dan Artificial Intelligence (AI) dalam ekosistem pendidikannya. Pemanfaatan AI diterapkan tidak hanya dalam kegiatan belajar mengajar, tetapi juga mendukung layanan akademik, riset, student service, hingga kerja sama dengan industri.

Komedian Temon Kristen Tapi Punya Banyak Istri, Begini Kata Pihak Keluarga
Analisis Prediksi Bursa Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: La Albiceleste Sudah Teruji hingga 120 Menit
Sesi Foto Bersama di Pemakaman Komedian Temon Terbelah Jadi 2 Kubu
Profil Simson Rarameha Ngadang alias Temon: Lulusan Psikologi UI yang Memilih Jadi Komedian
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Kompak Turun, Berikut Daftar Harga Terbaru BBM Pertamina hingga Shell
Vicky Prasetyo Menunggu Detak Jantung Janin Sebelum Nikahi Fangfang Secara Siri
Daftar Pemain Cedera Prancis vs Spanyol di Piala Dunia 2026: Les Bleus Terancam Krisis Lini Tengah!
MA Kekurangan 1.600 Hakim, Lulusan Fakultas Hukum Ditawari Gaji Rp 50 Juta Per Bulan
Prediksi Skor Inggris vs Argentina di Piala Dunia 2026: Lionel Messi Cs Dijagokan Singkirkan Three Lions dan Lolos ke Final
