
Ilustrasi Ki Hadjar Dewantara. (Istimewa)
JawaPos.com–Peringatan Hari Pendidikan Nasional setiap 2 Mei harusnya tidak hanya menjadi ajang seremoni. Tapi juga momen untuk kembali memahami nilai-nilai dasar pendidikan yang diwariskan Ki Hadjar Dewantara.
Salah satu warisan terpentingnya adalah tiga semboyan pendidikan yang dikenal sebagai Trilogi Kepemimpinan. Tiga semboyan ini bukan sekadar kata-kata bijak, melainkan filosofi mendalam tentang bagaimana seorang guru atau pemimpin pendidikan seharusnya berperan dalam proses belajar.
Semboyan pertama, Ing Ngarsa Sung Tulada, mengandung makna bahwa seorang pendidik harus mampu menjadi contoh yang baik. Di posisi terdepan, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menunjukkan sikap, nilai, dan perilaku yang layak ditiru oleh siswa.
Baca Juga: Sejarah Hardiknas 2 Mei: Dari Warisan Ki Hadjar Dewantara Menuju Pendidikan yang Lebih Setara
Dalam praktiknya, keteladanan menjadi kunci. Apa yang dilakukan guru akan lebih membekas dibanding apa yang diucapkan.
Semboyan kedua, Ing Madya Mangun Karsa, menempatkan guru di tengah-tengah siswa sebagai penggerak. Peran ini menekankan pentingnya membangun motivasi, kreativitas, dan kemauan belajar.
Guru tidak berdiri sebagai figur yang berjarak, tetapi hadir bersama siswa, menciptakan suasana belajar yang aktif dan kolaboratif. Di sinilah pendidikan menjadi proses yang hidup, bukan sekadar transfer pengetahuan.
Semboyan ketiga, Tut Wuri Handayani, yang juga menjadi motto pendidikan nasional, menegaskan bahwa guru harus memberi dorongan dari belakang. Artinya, siswa diberi ruang untuk berkembang secara mandiri, sementara guru tetap memberikan arahan dan dukungan.
Pendekatan ini menempatkan kebebasan belajar sebagai bagian penting dalam pendidikan, tanpa melepaskan tanggung jawab pembinaan.
Mengutip laman Kemendikbud, ketiga semboyan tersebut saling melengkapi dan membentuk satu kesatuan peran pendidik. Guru tidak hanya berfungsi sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai pamong, pembimbing yang menuntun perkembangan siswa secara utuh.

10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
Berburu Oleh-Oleh Khas Pasuruan? Ini 15 Buah Tangan yang Cocok untuk Keluarga di Rumah Berdasarkan yang Paling Dicari Wisatawan
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
11 Rekomendasi Es Teler Terlaris di Jogja, Selalu Jadi Favorit Pecinta Dessert Tradisional Warga Lokal Maupun Pelancong!
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
10 Kedai Es Teler Paling Enak di Jakarta, Cocok untuk Melepas Dahaga saat Cuaca Panas di Siang Hari!
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
18 Oleh-Oleh Khas Tulungagung Ini Wajib Dibeli Jika Berkunjung, dari Kuliner hingga Kerajinan Tradisional
Ribuan Suporter Rayakan HUT ke-94 PSIS Semarang, Flare dan Nyanyian Menggema di Depan Kantor Gubernuran Jawa Tengah
