
Petugas mengecek meteran listrik di Rusun Benhil, di Jakarta, Kamis (2/4/2020). (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
JawaPos.com - Besaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) bisa berbeda-beda antar mahasiswa dan dibagi menjadi beberapa golongan. Salah satu penyebab utamanya adalah penilaian kondisi ekonomi keluarga. Mulai dari penghasilan orang tua hingga daya listrik di rumah, semuanya ikut dihitung dalam proses penentuan golongan UKT.
Perguruan Tinggi Negeri (PTN) biasanya melakukan verifikasi melalui data kuesioner dan dokumen pendukung yang diisi oleh calon mahasiswa. Dari sinilah pihak kampus menilai seberapa besar kemampuan ekonomi keluarga, yang kemudian menentukan tinggi atau rendahnya UKT.
Beberapa faktor berikut ini menjadi penentu utama yang membuat UKT bisa masuk kategori mahal.
1. Daya Listrik Rumah Jadi Indikator Penting
Salah satu hal yang sering jadi sorotan adalah daya listrik di rumah. Daya listrik yang tinggi, misalnya 3.000 VA ke atas, umumnya dianggap mencerminkan kondisi ekonomi yang lebih mapan.
Sebaliknya, rumah dengan daya listrik rendah seperti 450 VA hingga 900 VA biasanya dikategorikan sebagai kelompok ekonomi menengah ke bawah. Karena itu, semakin besar daya listrik yang digunakan, semakin besar pula peluang mahasiswa masuk ke golongan UKT tinggi.
2. Aset dan Kepemilikan Rumah Ikut Dinilai
Selain listrik, kepemilikan aset juga menjadi bahan pertimbangan. Data seperti status rumah (milik sendiri atau sewa), luas bangunan, hingga jenis material rumah akan diperiksa dalam proses verifikasi.
Menempati rumah pribadi di kawasan tertentu atau tinggal di lingkungan dengan nilai properti tinggi bisa memengaruhi penilaian. Bahkan, mengontrak di area yang tergolong elit juga dapat membuat UKT yang ditetapkan menjadi lebih tinggi.

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
